Motorbaik Adventure 2019 Mengakrabi Budaya Maumere Share this
Berita Motor
Mode baca

Motorbaik Adventure 2019 Mengakrabi Budaya Maumere

Denny Basudewa
pada 04 Oktober 2019

Foto: Motorbaik Adventure 2019

MAUMERE – Perjalanan tim Enduro Motorbaik Adventure 2019 dari Bajawa dilanjutkan ke Ende.

Perjalanan dimulai dengan menikmati Puncak Wolobobo, salah satu destinasi wisata di Desa Turekisa, Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (1/10/2019).

Panorama alam puncak pegunungan dengan ketinggian 1.500 di atas permukaan laut yang populer disebut Negeri di Atas Awan, banyak memikat para public figure untuk mengambil gambar. Suasana pagi makin terasa hangat ditemani sajian kopi khas Bajawa.

Tujuan yang harus ditempuh tim Enduro Motorbaik Adventure 2019 adalah Kabupaten Ende. Jalanan berkelok kembali menjadi menu para Baikers, di antara pedesaan,perbukitan serta pantai menawan.

Finish di Ende, tim Motorbaik bertemu Pater Avent Saur, Founder Kelompok Kasih Insanis yakni komunitas yang peduli untuk membebaskan pasung bagi ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) di NTT. Ada 5.000 orang yang dipasung dan 3.000 di antaranya sudah dibebaskan oleh komunitas ini.

"Kita mengundang komunitas ini sebagai bagian dari tema Enduro Motorbaik Adventure 2019 yakni Belajar dan Berbagi dan kita mengajak PT Pegadaian Persero di Ende untuk mengenal mereka,Kami sadar bahwa kesehatan mental adalah satu hal  mendasar dalam kehidupan kita sehingga peran komunitas ini sangat penting keberadaannya," sebut Ananda Omesh.

Keindahan alam NTT kembali terhampar saat melanjutkan perjalanan ke Moni, Kelimutu untuk menginap diselingi dengan pembangunan jalan di beberapa titik. Total perjalanan yang dihabiskan dari Bajawa ke Ende adalah sejauh 200 Km.

Puncak Kelimutu dengan Danau Tiga Warna, menjadi tujuan para Baikers saat menikmati sunrise di pagi hari esoknya. Tujuan berikutnya adalah Sanggar seni Benza, pimpinan Nyong Franco di Maumere yang harus ditaklukan sejauh 250 Km.

Nyong Franco dikenal sebagai pencipta lagu Goyang Maumere yang baru saja dianugerahi, sebagai lagu dengan tarian terbanyak di seluruh dunia. Dia mengasuh anak-anak di wilayahnya untuk mencintai budaya lokal sampai menciptakan lagu sendiri berjudul Kita Indonesia. [Dew/Idr]


Komentar