Test Ride Yamaha R25: Dua Sektor Ini Paling Menggoda

Yamaha R25 2019

BOGOR – Test Ride new Yamaha R25 2019 menjadi ajang paling dinanti para awak media, termasuk Otospirit.com terlebih Yamaha Indonesia mengklaimnya punya keunggulan dibandingkan versi terdahulu.

Sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat pun dipilih sebagai arena pengujian new Yamaha R25 2019. Namun, sebelum itu PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memaparkan ubahan yang diterapkan pada generasi barunya tersebut.

Minoru Morimoto, Presiden Direktur & CEO PT YIMM menyebut setidaknya ada dua sektor yang patut dicicipi saat test ride kali itu. Ia mengatakan handling Yamaha R25 lebih baik ditikungan lantaran menganut suspensi dengan upside-down (USD). Sementara top speed-nya terdongkrak naik berkat aplikasi fairing baru.

Tak berlama-lama, Otospirit.com yang sudah lengkap dengan perlengkapan balap dari Prime Gears seperti helm Arai RX-7X dan racing suit RS Taichi pun bergegas membuktikan ucapan Morimoto san tadi. Namun, sebelum keluar dari pit lane, Kami merasakan adanya perbedaan riding position dari Yamaha R25 lama dengan yang baru.

Pemasangan USD buatan Kayaba berdiameter 37 mm memengaruhi posisi berkendara jadi sedikit lebih bungkuk. Rupanya, posisi setang under yorke tersebut turun 10 mm dari model sebelumnya. Sementara satu lagi perbedaan terdapat pada foot step di mana kini posisinya lebih tinggi 5 mm. Memang tidak signifikan, tapi rasanya cukup untuk menunjang pengendaliannya di lintasan balap.

Pengujian pertama Otospirit.com tentu saja ditujukan kepada USD Yamaha R25. Awalnya, kami mengira ini adalah trik Yamaha Indonesia karena mengganti ban bawaannya dengan karet bundar peruntukkan balap yaitu Pirelli Diablo Supercorsa.

Beberapa kali, kami coba merasakan kinerjanya terutama saat menemui tikungan selepas motor dipacu hingga gigi 6. Alhasil, Yamaha R25 manut diajak melahap tikungan 3 dan 4. Pun demikian di tikungan 6 dan 7 (S kecil) yang memang cukup menyulitkan. Penempatan oli shock di bagian atas punya peran penting di kondisi ini karena rebound suspensi jadi lebih lambat.

Pada kondisi tersebut pula Kami merasa pengendaliannya terasa mudah. Padahal, secara bobot new-Yamaha R25 2019 tak berubah dari generasi sebelumnya yakni 166 kg. Stabilitasnya juga tetap baik ketika menghadapi trek lurus yang menggoda Kami untuk memutar gas lebih dalam.

Di sini pula kami coba melakoni pengujian kedua yaitu pada sektor aerodinamika Yamaha R25. Terus terang, Otospirit.com belum mendapatkan perbandingan top speed R25 lawas dan R25 baru. Apalagi, Morimoto mengatakan kecepatan Yamaha R25 baru bertambah 8 km/jam.

Tapi, satu yang pasti aerodinamika new-Yamaha R25 lebih baik di trek lurus. Itu berkat dukungan desain fairing baru disertai air duck. Dengan begitu, udara dari arah depan mengalir maksimal ke bagian belakang. Yamaha Indonesia mengatakan bahwa coefficient of drag Yamaha R25 kini lebih rendah, 0,323 dari sebelumnya 0,347.

Sekian ulasan Otospirit.com terhadap new-Yamaha R25 2019, terkait handling dan aerodinamikanya. Apakah motor yang kini dibanderol Rp 58,6 juta (on-the-road DKI Jakarta) ini tetap memikat untuk dimiliki? [Ary/Ari]