Motor Listrik Ketiga Viar di Indonesia Bakal Muncul di GIIAS 2018 Share this
Berita Motor
Mode baca

Motor Listrik Ketiga Viar di Indonesia Bakal Muncul di GIIAS 2018

Insan Akbar
pada 10 Mei 2018

BOGOR – Viar bergerak agresif di pasar motor listrik Indonesia pada 2018. Setelah memperlihatkan produk kedua mereka yaitu E-Cross, pabrikan ini pada Agustus bakal segera memamerkan model ketiga yang masih dirahasiakan detailnya.

Viar pertama kali terjun di pasar motor listrik Tanah Air dengan meluncurkan skutik rakitan Semarang, Q1, pada Mei 2017. Kemudian, pada Rabu (9/5/2018) kemarin, merek asli Indonesia itu mempresentasikan motor trail E-Cross dan berencana mengaspalkannya pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Seperti sedang berlari cepat, Viar pun lalu membeberkan rencana menampilkan produk baru selanjutnya di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung pada 2 – 12 Agustus di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang. Namun, peluncuran resminya dilakukan belakangan.

“Sekitar 4 – 6 bulan lagi,” ujar Marketing Communication PT. Triangle Motorindo Frengky Osmond menjelaskan mengenai jadwal dilepasnya motor listrik ketiga Viar di pasar di sela-sela konferensi pers pengenalan dan test ride E-Cross di Gunung Pancar, Bogor.

Lebih lanjut, Area Marketing Manager PT. Triangle Motorindo Haryadi menjelaskan bahwa skutik listrik Q1 mulai kuartal keempat 2017 sudah tersedia secara nasional. Pasalnya, Viar sudah memiliki jaringan penjualan di hampir seluruh provinsi, khususnya di kota-kota besar.

Transaksi jual-beli mereka juga amat terbantu promosi yang dilakukan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di samping itu, cukup banyak pula korporasi-korporasi yang memesannya sebagai kendaraan operasional. Haryadi mengklaim rata-rata penjualan Q1 sekitar 500 unit per bulan.

“Di awal tahun ini sempat agak drop, tapi jelang Maret dan April mulai permintaan lgi dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan-perusahaan besar yang mau uji coba kendaraan listrik. Di antara perusahaan-perusahaan itu ada Jungle Land, Taman Mini Indonesia Indah, di Bali juga ada. Porsi penjualan fleet atau ke korporasi lebih besar, bisa 60 persen atau lebih,” papar Haryadi. [Xan/Ari]


Komentar