Mobil Otonom Masih Diragukan, Mobil Listrik Lebih Bisa Diterima Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mobil Otonom Masih Diragukan, Mobil Listrik Lebih Bisa Diterima

Amos Arya
pada 31 Juli 2019

CALIFORNIA - Menurut data JD Power’s Mobility Confidence Index Study, hanya 36 persen konsumen Amerika Serikat yang berminat membeli mobil listrik dan otonom.

Seiring dengan perkembangnya jaman, banyak produsen otomotif dunia yang mulai menghasilkan beragam produk mobil listrik. Sedangkan untuk mobil otonom, banyak produsen yang memastikan akan menghadirkannya dalam beberapa tahun mendatang.

Namun tampaknya konsumen dunia masih belum bisa menerima kehadiran 2 jenis mobil canggih tersebut. Meski ketika dipamerkan sebagai mobil konsep, banyak konsumen yang tampak penasaran.

Hal tersebut terbukti ketika JD Power’s Mobility Confidence Index Study melakukan survey kepada lebih dari 5 ribu konsumen. Di survey tersebut, konsumen mengungkapkan pemikirannya akan kendaraan masa depan.

Berdasarkan hasil survey yang diperoleh, sebagian besar penduduk Amerika Serikat tidak ingin membeli mobil otonom. Total 71 persen masyarakat AS tidak mempercayai sistem otonom karena diyakini memiliki kemungkinan besar terjadi kegagalan sistem ketika berkendara.

Tak hanya itu, 57 persen koresponden lainnya merasa takut bahwa sistem otonom dapat diretas dengan mudah. Sedangkan 55 persen lainnya meragukan sisi hukum kendaraan otonom apabila terjadi kecelakaan.

Kurang lebih 65 persen konsumen AS masih ragu dengan mobil otonom karena informasi yang diberikan oleh pihak pabrikan sangat sedikit. Berbeda dengan hasil survey terhadap mobil otonom, mobil listrik mendapatkan respon lebih baik.

Total 55 persen konsumen berminat untuk meminang mobil listrik karena memiliki efek baik bagi lingkungan sekitar. Namun konsumen masih membandingkan mobil listrik dengan mobil bermesin bensin, harga jual mobil tersebut, infrastruktur dan jarak tempuh kendaraan.

“Produsen mobil dunia memang sedang mengembangkan teknologi otonom dan listrik dengan lebih baik. Survey ini sangat penting bagi mereka untuk mengetahui keinginan konsumen sehingga semuanya berjalan lancar. Produsen perlu belajar bagaimana caranya agar konsumen dapat menerima teknologi canggih tersebut,” tutur Kristin Kolodge, Executive Director Driver Interaction & Human Machine Interface Research J.D. Power.

Dengan adanya data tersebut, produsen mobil dunia diharapkan dapat melahirkan produk baru yang canggih dan mampu dipercaya oleh konsumen. Banyak produsen mobil yang telah merencanakan akan segera merilis mobil listrik dan otonom canggih dalam waktu dekat.

Apakah kedua jenis mobil masa depan tersebut mampu merebut hati konsumen dunia? Mari kita tunggu era mobil listrik dan otonom dalam waktu dekat. [Amo/Idr]


Komentar