Mitsubishi Xpander Bersanding dengan Kereta Wisata Jaladara Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mitsubishi Xpander Bersanding dengan Kereta Wisata Jaladara

Denny Basudewa
pada 08 Maret 2018

Foto: Mitsubishi Xpander dan Kereta Wisata Jaladara

SOLO – Mitsubishi Xpander Media Drive 2018 hari kedua berlanjut dengan mengeksplorasi kota Solo, Jawa Tengah (05/03/2018).

Setelah puas menguji performa dan kenyamanan Mitsubishi Xpander di Boyolali dan sekitarnya, para peserta diajak untuk menikmati pemandangan kota Surakarta, dengan menggunakan kereta wisata Jaladara, atau bahasa jawa bernama Sepur Kluthuk Jaladara.

Kereta wisata unik ini menarik perhatian warga sekitar. Hal ini terlihat dari banyaknya antusias warga yang mengabadikan alat transportasi jaman dahulu kala tersebut. Kami memulai perjalanan dari stasiun Purwosari menuju stasiun Solo Kota.

Kereta Jaladara ini melintasi jalan Slamet Riyadi yang merupakan jalur utama kota Solo. Kereta ini melaju perlahan 15 km/jam karena masuk lalu lintas cukup padat. Adapun Sepur Kluthuk tersebut hanya mampu menempuh jarak dekat dengan kecepatan maksimal 45 kpj.

Dikatakan bahwa alat transportasi ini kembali beroperasi setelah sepuluh tahun menganggur di Ambarawa (Jawa tengah). Jaladara kembali beroperasi berkat kerjasama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan Pemerintah kota Surakarta, ketika masih dipimpin oleh Walikota Joko Widodo pada 2009.

“Kereta ini awalnya berada di Cepu, lalu di bawa ke Ambarawa kemudian oleh pak Jokowi diperbaiki dan diminta buat kereta wisata di Solo pada 2009. Kota Solo menjadi lebih hidup dengan adanya kereta Jaladara ini,” ujar Marno selaku Teknisi PT KAI.

Menurutnya perjalanan dengan menggunakan Jaladara dibatasi hanya 8 kali perjalanan dalam 1 bulan. Hal ini berkaitan dengan perawatan kereta tersebut. Dikatakan bahwa pihak KAI melakukan pengecekan rutin setiap bulannya pada Jaladara agar tetap optimal.

Menariknya adalah beberapa komponen Jaladara dibuat sendiri, bekerjasama dengan bengkel swasta di Solo. Kereta wisata Jaladara terdiri dari dua bagian yakni lokomotif dan gerbong. Lokomotif dengan kode nomor C 1218 ini merupakan buatan Jerman pada 1896, dengan merek Saechs Maschinenfabrik.

“Beberapa komponen kami buat sendiri karena pabriknya sudah tidak ada. Kami bekerjasama dengan bengkel untuk membuat komponennya,” jelas Marno.

Sementara dua gerbong Jaladara terbuat dari kayu jati pilihan buatan 1910. Kedua gerbong tersebut hanya mampu menampung penumpang sebanyak 70 orang. Kereta bertenaga uap ini melaju dengan menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Kayu yang digunakan sendiri adalah jati, dikarenakan untuk mempertahankan nilai sejarah.

Kereta uap Jaladara memiliki jadwal operasional setiap akhir pekan atau hari libur nasional, pukul 16.30 (Sabtu), 09.30 (Minggu). Tarif harga paket wisata dengan kereta Jaladara dipatok Rp 150 ribu setiap orang.

Namun harga dan jadwal keberangkatan kereta tidak mengikat. Kereta ini juga bisa berhenti di beberapa tempat wisata seperti Taman Sriwedari, Loji Gandrung, House of Danar Hadi, dan perempatan pasar Pon. Rombongan Xpander Media Drive 2018 beruntung bisa menikmati nuansa jaman dahulu kala, dengan menumpangi kereta wisata Jaladara. [Dew/Ari]

Lebih lanjut di Otospirit
Mitsubishi Xpander Bersanding dengan Kereta Wisata Jaladara


Komentar