Mesin New Peugeot 3008 Diklaim “Tahan Banting” Share this

Mesin New Peugeot 3008 Diklaim “Tahan Banting”

Denny Basudewa
pada 29 Maret 2018

Foto: New Peugeot 3008

JAKARTA – New Peugeot 3008 dikatakan menggunakan mesin yang lebih “tahan banting”, untuk dipasarkan di negara-negara yang memiliki standar emisi bahan bakar lebih rendah.

New Peugeot 3008 secara resmi mengaspal di Indonesia kemarin (28/03/2018). SUV lima penumpang tersebut, merupakan produk terbaru PT Astra International Tbk, selaku Agen Pemegang Merek (APM) Peugeot di Indonesia, setelah vakum selama tiga tahun tidak menghadirkan produk terkini.

New Peugeot 3008 menggunakan mesin berkapasitas 1.598 cc 16 Valve Turbocharger. Sumber tenaga kendaraan tersebut disandingkan dengan sistem transmisi otomatis 6-percepatan. Hasilnya mobil tersebut mampu menghasilkan tenaga sebesar 165 hp pada 6.000 rpm dan torsi 240 Nm di putaran 1.400 rpm.

Jantung mekanis dengan kode EP6FDTM tersebut telah mengantungi standar emisi Euro 6. Komponen penggerak kendaraan itu dikatakan adalah mesin yang digunakan secara global. Teknologinya juga mampu beradaptasi, dengan dengan berbagai kualitas bahan bakar yang berbeda-beda di beberapa negara.

Mesin new Peugeot 3008 New Peugeot 3008 Indonesia

“Mesin ini sudah mengantungi standar emisi Euro 6. Mereka punya mesin EP6FDTM adalah produk global. Namun sudah bisa diterima untuk negara-negara di luar Eropa. Untuk di Asean, khusus untuk yang mirip Indonesia dan belum ketat mengenai emisi, mesin kita sudah disiapkan agar bisa beradaptasi,” kata Andyka Susanto, General Manager PT Astra International – Peugeot Tbk, pada saat peluncuran new Peugeot 3008 di Jakarta.

Mesin new Peugeot 3008 tidak hanya menghasilkan tenaga yang besar. Namun jantung pacu SUV tersebut dikatakan efisien dengan emisi yang rendah. Mereka mengklaim bahwa produk terbarunya hanya membutuhkan 8,4 liter bahan bakar, serta 193 g/km CO2.

“Kami menganjurkan para konsumen untuk menggunakan bahan bakar minyak (BBM) RON 95. Karena jenis itu yang paling pas untuk mesin kami,” jelas Andyka. [Dew/Ari]


Komentar