Mazda Indonesia Belum Berminat Jual Mobil Hybrid Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mazda Indonesia Belum Berminat Jual Mobil Hybrid

Denny Basudewa
pada 19 Agustus 2016

Foto: Mazda Memamerkan CX3 di GIIAS 2016

TANGERANG – Mazda Motor Indonesia (MMI) menyatakan belum ada rencana memboyong mobil hybrid ke Indonesia.

Di Jepang, Mazda telah memasarkan Mazda3 hybrid. Model ini mengandalkan mesin bensin SKYACTIV 2.0-liter bersanding dengan motor listrik.

Menurut Astrid Ariani Wijana, Senior Marketing Manager MMI, pihaknya masih berencana untuk mengembangkan mesin konvensional. Teknologi SKYACTIV yang saat ini digunakan disebutnya masih permulaan.

“Kami belum mempunyai rencana untuk menggunakan teknologi baru dalam jangka panjang. Teknologi Internal Combustion Engine (ICE) yang kami gunakan saat ini baru permulaan. Mazda masih punya peluang untuk mengembangkan teknologi SKYACTIV,” jelasnya.

Teknologi SKYACTIV pada Mazda diklaim cukup ramah lingkungan. Desain menonjol pada piston diyakini membuat kompresi mesin meningkat menjadi 13:1 (di Jepang 14:1). Meskipun ketinggian kompresi tersebut lebih kecil daripada yang digunakan di Jepang, MMI meyakini cocok untuk kondisi BBM di Indonesia.

“Kami memang melakukan penyesuaian terhadap kompresi mesin yang beredar di Indonesia. Ini dilakukan agar mesin dapat beradaptasi dengan kontur iklim Tanah Air,” lanjutnya.

MMI menjelaskan bahwa guna membuat kendaraan dengan tingkat emisi gas buang rendah, sistem pembakaran yang sempurna mutlak diperlukan. Langkah Mazda yang belum berencana untuk memboyong mesin berteknologi terbaru adalah regulasi dari pemerintah.

“Teknologi SKYACTIV kami mampu mengurangi kadar emisi (CO2) pada gas buang. Standar regulasi untuk teknologi mesin baru juga masih belum jelas. Jadi saat ini kami masih fokus untuk mengembangkan SKYACTIV dalam beberapa tahun ke depan," ucap Astrid di GIIAS 2016.

Mesin dengan teknologi SKYACTIV pertama kali dikenalkan pada 2011. Kemudian pengembangan mesin jenis ini dilakukan dengan menaikkan kompresi dalam ruang bakar. Perpaduan exhaust system, cavity piston dan multihole injector dianggap mampu menurunkan kadar emisi pada gas buang.

Selain memiliki kadar emisi rendah, Teknologi SKYACTIV juga diklaim sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar. Insinyur Mazda berhasil mereduksi tenaga yang terbuang sia-sia akibat gesekan pada mesin maupun sistem transmisi. [Dew/Ikh]


Komentar