Marquez Mulai Terancam oleh Yamaha, Bukan Rossi Share this
MotoGP
Mode baca

Marquez Mulai Terancam oleh Yamaha, Bukan Rossi

Denny Basudewa
pada 14 Juli 2019

Foto: Marc Marquez

SACHSENRING – Marc Marquez menganggap para pembalap Yamaha akan menjadi ancaman serius dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2019.

Pembalap dari tim Repsol Honda tersebut pada awal musim mewaspadai pergerakan para pembalap Ducati. Namun hingga musim balap 2019 telah berlangsung separuh jalan, Ia merasa kompetitor terberatnya adalah Maverik Vinales dan Fabio Quartararo.

Marquez tidak menyebut Valentino Rossi dan Franco Morbidelli sebagai rival terkuat, dikarenakan memang kedua pembalap tersebut kurang kompetitif di beberapa kesempatan. Pria kelahiran Spanyol itu, memperkirakan Vinales dan Quartararo akan membahayakan baginya di paruh kedua musim.

“Sampai Montmelo itu merupakan satu kejuaraan. Setelah itu adalah kejuaraan lainnya. Tentunya Ducati akan kembali dan sangat kencang pada paruh kedua. Tetapi saat ini Vinales dan Quartararo adalah pembalap yang harus dikalahkan. Saya pikir mereka akan menjadi yang tercepat nanti,” ucap Marquez.

Dovi dan Petrucci memang tampil impresif sejak awal musim. Namun keduanya mengalami masalah masing-masing ketika tampil di dua seri terakhir sebelum paruh pertama selesai di Sachsenring. Bahkan perolehan poin Dovi sempat tersendat ketika terlibat insiden dengan Jorge Lorenzo.

Tidak hanya Marquez, Petrucci juga menyatakan hal yang sama. Ia menganggap Yamaha saat ini tengah bersinar karena dalam beberapa kesempatan, keduanya menjadi pembalap yang bisa mengacak-acak barisan terdepan.

Quatatararo yang meraih pole position sebanyak dua kali, dituntaskan oleh kemenangan Vinales beberapa waktu lalu. Guna mengatasi para kompetitornya di MotoGP, Petrucci menuntut adanya ubahan pada motornya di paruh kedua musim.

“Sekarang masalahnya adalah Vinales yang telah meraup beberapa poin. Untuk bisa bertarung dengan orang-orang ini, kami butuh sesuatu yang lebih. Saya berharap bisa tampil maksimal di Brno dan Red Bull Ring,” kata Petrucci. [Dew/Idr]


Komentar