Marc Marquez Jemawa Setelah Juara Dunia MotoGP 2016 Share this
MotoGP
Mode baca

Marc Marquez Jemawa Setelah Juara Dunia MotoGP 2016

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 18 Oktober 2016

Foto: Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2016

MOTEGI - Marc Marquez berhasil menambah koleksi trofi juara di ajang balap roda dua paling bergengsi MotoGP setelah berhasil naik podium tertinggi di Grand Prix Jepang, Minggu (16/10).

Marquez secara keseluruhan telah mengumpulkan 273 poin. Hasil tersebut sudah tidak lagi mampu terkejar oleh Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Sederet prestasi berhasil ditorehkan Marc Marquez mulai 2010 (kelas 125cc), 2012 (kelas Moto2), 2013, 2014 dan 2016 (Juara Dunia di Kelas Utama MotoGP). Pasca balapan, Marquez langsung meluapkan kesenangannya sebagai juara dunia MotoGP 2016.

Berikut ungkapan The Baby Alien -julukan Marc Marquez- dalam wawancara ekslusif setelah turun dari podium:

1. Anda telah dapat gelar juara dunia MotoGP ketiga. Bagaimana perasaannya?

Kalimat seperti itu, orang berpikir itu mudah, tetapi (gelar) ini tidak terjadi dalam tiga tahun berturut-turut. Ini adalah olahraga di mana tidak semua bergantung pada diri sendiri. Ada banyak faktor yang berperan mulai sepedamotor, pabrik, tim dan semua orang harus memberi dukungan 100 persen, dan itu tidak mudah. Saya belajar banyak dari tahun lalu, saya membuat banyak kesalahan, tetapi saya yakin bahwa tahun depan akan mendapat tantangan berbeda. Yang penting saya harus bisa naik podium.

2. Tahun ini beberapa kali Anda terlihat nyaris jatuh. Berapa banyak aksi penyelamatan yang tidak kami lihat?

Memang benar bahwa Anda tidak dapat selalu melihat apa yang terjadi di lintasan. Bahkan lomba di hari Minggu kemarin Saya nyaris jatuh di tikungan ketiga, di mana saya pikir akan celaka tapi saya selamat. Yang pasti ketika melihat di televisi, Anda hanya melihat pembalap melakukan aksi penyelamatan yang spektakuler, ada sebagian orang tidak bisa percaya bagaimana aksi tersebut bisa terjadi, tapi ada juga yang tidak menghargai aksi penyelamatan tersebut. Tahun ini saya cukup banyak melakukan aksi tersebut agar tidak terjatuh dari motor saat balapan berlangsung.

3. Bagaimana bisa menjadi juara MotoGP 2016

Saya belajar dari tahun lalu dan menggunakan pengalaman itu, tapi semua itu relatif karena tergantung pada bagaimana satu musim dimulai. Jika Anda memulai di awal musim dengan baik, maka akan lebih mudah seterusnya. Ketika Anda membuat kesalahan di awal, perebutan poin akan sulit. Bagaimana pun juga, berkat bantuan dari seluruh tim, memang benar bahwa saya belajar banyak dari tahun lalu untuk mengelola situasi yang paling kritis, dan karena itu saya mencetak banyak poin tahun ini.

4. Anda berusia 23 tahun, tetapi Anda sudah memiliki banyak pengalaman. Apakah Anda merasa tua?

Tua? Tidak pernah ada di dalam diri saya. Saya masih seperti anak-anak, belum seorang pria dewasa. Saya masih belajar dan saya memiliki banyak hal yang dapat dilakukan dalam karir saya, dalam hidup saya. Kita semua sama dan mungkin aku akan membuat lebih banyak kesalahan atau mengulangi kesalahan yang sama, tapi itu benar bahwa tahun demi tahun aku mendapatkan lebih banyak pengalaman, tidak hanya di lintasan, tetapi juga di luar paddock -belajar bagaimana mengelola tekanan menjelang balapan-, bagaimana mengatur hal-hal di luar balapan saat di rumah, waktu latihan agar tetap dan siap untuk balapan. Aku merasa aku sudah dewasa untuk hal ini.

5. Bagian mana yang harus ditingkatkan dari diri Anda?

Tidak di tahun ini, karena merupakan tahun yang baik. Anda selalu memiliki titik kelemahan yang Anda dapat tingkatkan, tetapi jika saya harus menilai diri, saya akan memberinya 9,5 poin. Saya sudah memperbaiki kesalahan. Kesalahan saya ketika memaksakan diri seperti di Silverstone. Tahun ini saya sudah sangat baik.

6. Apakah ada tekanan di musim 2016?

Sulit untuk dijelaskan, karena semua itu yang membuat Anda tidak aman, ragu, membuat Anda tegang. Itu adalah sesuatu yang menguras fisik dan mental dan tak fokus saat balapan. Semua ketegangan hanya menyebalkan, begitu banyak energi yang terkuras, Anda harus mengelolanya. Saya sangat beruntung memiliki tim yang hebat. Tim yang membantu saya untuk memutuskan ketika kami tidak hanya berpikir tentang balap dan ini membuat saya untuk tetap santai.

7. Bagaimana perasaan Anda menjalani tiga seri terakhir?

Ini adalah perasaan yang aneh karena saya tidak menyangka hal ini terjadi. Kami pikir seri terakhir yang menjadi penentu kemenangan kami. Jika Anda memberitahu seseorang yang tidak mengikuti MotoGP musim ini, bahwa kami menang sebelum tiga seri terakhir, mungkin Ia berpikir ini sangat mudah. Tapi sebaliknya, tahun ini tahun yang sulit dengan momen di mana saya tidak menyangka sebagai juara dunia.

8. Seberapa penting aturan baru pada musim ini?

Aturan sangat penting, tetapi meskipun hasil akhir saya harus mengatakan bahwa di awal musim aturan-aturan tersebut adalah masalah besar bagi kami. Pada awalnya kami berada di belakang dan tes musim dingin yang rumit. Saya berjanji pada tim bahwa saya akan lebih konservatif dan saya fokus untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin di balapan pertama, dan tim harus membantu saya di paruh kedua musim ini. Saya meminta mereka untuk menunjukkan kepada semua orang bagaimana Honda mampu bereaksi terhadap tantangan ketika kami tertinggal jauh. Sedikit demi sedikit, kami berhasil memperkecil poin.

9. Hari terburuk sepanjang musim 2016

Selama tes di Qatar, menjelang sesi kualifikasi di hari terakhir kami membuat kejutan dan berhasil start di urutan kedua. Selama satu musim, yang paling sulit adalah di Le Mans. Saya mampu memenangkan dua balapan [di Argentina dan Austin], tapi kemudian aku berjuang keras di Jerez dan tersingkir di Le Mans. Lorenzo hot di Mugello dan Catalunya. Saya berpikir ini tidak akan mudah. Ketika itu terjadi, tim mulai memberi dukungan jika juara dunia bisa diraih.

10. Jika Anda harus memilih satu balapan dalam sembilan tahun terakhir?

Perlombaan yang tidak bisa saya lupakan adalah di Valencia 2013, ketika saya berjuang untuk gelar MotoGP untuk pertama kalinya. Saya berjuang meraih gelar MotoGP untuk pertama kali dan di markas saya, tapi pengalaman lain yang saya alami, saya merasa seolah-olah membalap seorang diri.

11. Apa yang Anda lakukan jika tidak ada Grand Prix?

Aku suka menghabiskan waktu di sofa, menonton Spanish Championship, MXGP, apa pun dan sore harinya mungkin menonton pertandingan sepakbola, dan yang pasti Barca. Saya selalu bepergian keliling dunia, jadi ketika Anda berada di rumah Anda hanya ingin beristirahat dan mengisi tenaga. [Ikh]


Komentar