Mahasiswa Indonesia Dominasi Shell Eco Marathon Asia 2018 Share this
Berita Mobil
Mode baca

Mahasiswa Indonesia Dominasi Shell Eco Marathon Asia 2018

Denny Basudewa
pada 12 Maret 2018

Foto: Mahasiswa Indonesia Menag di Singapura

SINGAPURA – Tiga tim yang merupakan mahasiswa asal Indonesia, menguasai podium kemenangan di Shell Eco Marathon Asia 2018.

Sebagai rangkaian acara dari Festival Make The Future yang bertempat di Singapura, Tim Semar Urban UGM (Universtas Gadjah mada), dinobatkan menjadi pengemudi tercepat dan paling hemat energi.

Sementara tempat kedua dan ketiga juga dikuasai peserta dari Tanah Air yakni ITS (Institut Teknologi Sepuluh November) dan Garuda UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) ECO.

Ketiga tim siap bersaing dengan peserta dari Amerika dan Eropa, di kompetisi adu cepat mobil hemat energi di ‘Drivers’ World Championship Final di London Juli mendatang. Sementara itu, Garuda UNY ECO, juga mendapat penghargaan Off-track, untuk kategori Safety (keselamatan), untuk desain kendaraan UrbanConcept-nya.

Drivers’ World Championship (DWC) merupakan bagian dari Make the Future, mereka kemudian memilih pengemudi yang terhandal untuk dapat, mengemudikan kendaraan dengan cepat namun hemat energi.

DWC regional Asia diikuti tujuh tim yakni LH Est dari Lac Hong University Vietnam, NTU Singapore 3D Printed Car (Nanyang Technological University Singapura). Sementara ada lima tim dari Indonesia yakni Tim Semar Urban, Tim ITS 2 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Tim Garuda UNY Eco , Nogogeni ITS 1 dan Tim Bumi Siliwangi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Seusai penyerahan piala DWC Asia, serentak para tim mahasiswa menyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa komando, sambil melebarkan bendera Merah Putih yang mereka sudah persiapkan.

Shell Eco Marathon Shell Eco Marathon

“Selamat kepada tiga tim Indonesia yang berhasil menjadikan All Indonesian Team, sebagai juara di DWC Asia. Kita semua sangat bangga dengan pencapaian luar biasa ini. Bukti nyata dan inspiratif bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki talenta dan kemampuan yang sangat kompetitif tidak hanya di regional, tetapi juga di tingkat global,” ucap Darwin Silalahi, Country Chairman dan President Director PT Shell Indonesia.

Tim Semar Urban UGM menggunakan mobil Semar Urban 3.0 dan dikendarai oleh Tito Setyadi Wiguna, berhasil mencapai finish pertama dengan jumlah bahan bakar tersisa 0,9 persen. Disusul oleh ITS 2 dengan pengemudi Muhammad Hafiz Habibi dan Garuda UNY Eco dengan Fauzi Achmad Prapsita sebagai pengemudi.

Selanjutnya ketiga tim pemenang akan berhadapan dengan UrbanConcept terbaik, dari kawasan Amerika dan Eropa dalam putaran. Grand Final yang digelar di ajang Make the Future Live di London, Inggris pada 8 Juli 2018. Pemenang DWC Global akan mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi markas Scuderia Ferrari, yang akan menjadi sebuah pengalaman berharga sekali seumur hidup. [Dew/Ari]


Komentar