Lomba Desain Mobil Pedesaan Bukti Kreativitas Anak Bangsa Share this
Berita Mobil
Mode baca

Lomba Desain Mobil Pedesaan Bukti Kreativitas Anak Bangsa

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 03 Maret 2017

Foto: Lomba Desain Mobil Pedesaan

JAKARTA - Program mobil perdesaan yang berlangsung di Tanah Air diharapkan mampu meningkatkan kreativitas anak bangsa. Ajang ini diharapkan bisa melahirkan berbagai prototipe kendaraan pedesaan di masa datang.

Menurut Made, pengembangan dan desain alat angkut atau kendaraan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan mobilitas hasil produk ekonomi pedesaan seperti pertanian dan peternakan, tapi juga sekaligus untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, desain kendaraan akan disesuaikan dengan kondisi geografis dan karakter perekonomian masing-masing daerah.

“Desain kendaraan harus fleksibel, tidak hanya bisa mengangkut hasil produk pertanian atau peternakan, tapi juga untuk digunakan untuk alat-alat produksi seperti alat-alat pertanian,” kata Made.

Pengembangan alat angkut desa ini merupakan program Kemenperin sehingga lisensinya ada di instansi pemerintah ini. Setiap daerah berpotensi mengembangkan kendaraan pedesaan dengan menggunakan lisensi dari kementerian.

“Ini agar potensi pasar kendaraan ini bisa diarahkan untuk pengembangan industri kecil menengah atau IKM di setiap daerah. Dan diharapkan dalam implementasi kendaraan pedesaan ini akan dijalankan oleh pelaku industri domestik,” kata Made.

Made Dana mengatakan, untuk mengikuti lomba desain ini peserta telah menyampaikan proposalnya ke IOI dan telah diseleksi oleh para juri yang berasal dari berbagai unsur, termasuk dari jurnalis.

Bagi peserta yang berhasil dalam tahap seleksi, akan diberi bantuan dana Rp 5 juta untuk mewujudkan desainnya dalam bentuk mock up sederhana (1:5), selanjutnya mock up akan dipamerkan pada Expo Industri Kreatif Mobil dan Motor 2017 di Bali yang akan dibuka Menperin Airlangga Hartato, dan akan dilakukan penjurian untuk menentukan pemenangnya.

Sejalan dengan Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, pemerintah telah menetapkan industri alat transportasi atau otomotif sebagai salah satu andalan untuk mendukung Indonesia menjadi negara industri yang berdaya saing kuat pada 2035.

Dalam RIPIN ditetapkan, pada 2020 mendatang kontribusi industri manufaktur nonmigas terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto  (PDB) yang kini sebesar 21,2 persen menjadi 30 persen pada 2035. Untuk itu dibutuhkan laju pertumbuhan industri ini dari saat ini sebesar 6,8 persen menjadi 8,5 persen pada 2020, kemudian naik 9,1 persen pada 2025 dan mencapai 10,5 persen pada 2035.

Salah satu sektor yang menjadi andalan untuk mencapai sasaran tersebut adalah industri otomotif yang dalam 10 tahun terakhir ini berkembang pesat. “Kontribusi industri otomotif terhadap PDB nantinya diharapkan bisa mencapai 8-10 persen, dari saat ini baru sekitar 3%,” tutup Made Dana. [Ikh]


Komentar