Laba Bersih Adira Finance Q1 2020 Tumbuh Share this
Berita Mobil
Mode baca

Laba Bersih Adira Finance Q1 2020 Tumbuh

Ahmad  Richad
pada 04 Mei 2020

JAKARTA — PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (Adira Finance) baru saja mengumumkan kinerja keuangannya pada kuartal pertama 2020. Meski diterpa badai Covid-19, laba bersih Adira Finance tumbuh di atas 12 persen.

Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli mengatakan, kinerja keuangan Adira Finance mengalami kenaikan pada kuartal pertama karena adanya pertumbuhan aset pembiayaan. Secara keseluruhan laba bersih perusahaan naik 12,5 persen menjadi Rp 520 miliar.

“ROA (Return on Asset) dan ROE (Return on Equity) kami, mengalami kenaikan dibandingkan kuartal pertama di tahun sebelumnya, masing-masing menjadi 6,1 persen dan 28,5 persen. Sedangkan NPL naik dari 1,7 persen menjadi 1,8 persen dari piutang yang dikelola di kuartal pertama 2020 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” tutur Hafid.

Hafid juga menjelaskan seluruh pencapaian ini didukung oleh kenaikan pendapatan bunga sebesar 5,5 persen secara year on year menjadi Rp 3,1 triliun, sementara biaya bunga naik 6,4 persen menjadi Rp 1,2 triliun. Sehingga pendapatan operasional naik sebesar 8,7 persen menjadi Rp 2,1 triliun. Beban operasional juga mengalami kenaikan sebesar 7,0 persen menjadi Rp 969 miliar.

Namun untuk pembiayaan baru pada kuartal pertama tahun ini, Adira Finance hanya mencatatkan sebesar Rp 8,4 triliun. Angka ini turun 11 persen jika dibandingkan priode yang sama di tahun sebelumnya.

Hafid mengungkapkan, penurunan ini terjadi disebabkan oleh melemahnya daya beli konsumen akibat dari penyebaran Covid-19, dan penurunan harga komoditas seperti minyak, batu bara, dan CPO. Secara keseluruhan, penjualan segmen sepeda motor dan mobil juga mengalami penurunan atau relatif sejalan dengan penurunan industri di sepanjang kuartal I tahun 2020.

Meski demikian, piutang yang dikelola Adira berhasil tumbuh 4 persen menjadi Rp 54,7 triliun. Rinciannya, piutang sepeda motor tumbuh 7 persen menjadi Rp 26,2 triliun. Dan piutang mobil meningkat tipis 2 persen menjadi Rp28,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya.

“Saat ini, Adira Finance tetap melakukan penyaluran pembiayaan baru walaupun disesuaikan dengan kriteria dan kondisi saat ini. Kami telah mengambil langkah inisiatif untuk memastikan keselamatan karyawan serta kami juga tetap melanjutkan operasi bisnis,” terang Hafid. 

Hafid juga mengungkapkan bahwa pembiayaan sepeda motor Adira Finance pada kuartal I 2020 mengalami penurunan 13 persen menjadi Rp 4,1 triliun, dimana segmen motor baru hanya mengalami sedikit penurunan yakni 2 persen menjadi Rp 3,4 triliun.

Jika dilihat secara brand, Honda berkontribusi terbesar dengan komposisi 64 persen dari total pembiayaan sepeda motor, Yamaha berkontribusi kedua terbesar dengan komposisi 29 persen dari total pembiayaan.

Untuk mobil, secara keseluruhan pembiayaan mobil baru turun sebesar 27 persen menjadi Rp 1,7 triliun. Hafid menilai, hal ini terjadi karena melemahnya penjualan industri mobil disertai dengan penurunan permintaan dari segmen komoditas. [Ric/Idr]


Komentar