Kymco GP125 Gunakan Identitas Skutik Trend yang Kuat Share this
Berita Motor
Mode baca

Kymco GP125 Gunakan Identitas Skutik Trend yang Kuat

Denny Basudewa
pada 14 Juli 2020

Foto: Kymco GP 125

JAKARTA – PT Smart Motor Indonesia (SMI) selaku distributor dan pemegang merek Kymco di Indonesia, meluncurkan dua produk terbarunya yakni X-Town 250i dan GP 125.

Produk yang terakhir disebut, dikatakan terinspirasi dari produk terdahulunya yakni Trend 125. Sebagai salah satu motor jenis skutik pertama di Indonesia, Kymco ingin mengulang kembali popularitas di masa lalu. Salah satunya adalah dengan menggunakan spakbor atau fender depan yang menjadi satu bagian dengan body.

Gaya seperti disebutkan di atas, dikatakan hingga saat ini masih digemari di negara asalnya. Model fender terpisah seperti yang terlihat pada skutik umumnya di Indonesia, justru kalah populer. Bahkan model fender terpisah dengan bodi dianggap membebani.
Kymco GP 125

“Di Taiwan, anak-anak muda lebih menyukai model fender depan one-piece. Saya tidak tahu kultur di sini (Indonesia), tapi di taiwan mereka lebih suka model one-piece. Model fender terpisah diibaratkan seperti kendaraan orang berumur 30 hingga 40 tahun,” ucap Paul Lin, Presiden Direktur Kymco Indonesia pada saat peluncuran dua produk terbarunya, Sabtu, 11 Juli 2020.

Ia menambahkan bahwa model spakbor terpisah dengan bodi dianggap menambah bobot kendaraaan. Hasilnya manuver kendaraan tidak lincah lagi seperti model one-piece. Kymco GP 125 sendiri dikatakan merupakan unit yang digemari anak-anak muda di Taiwan.
Kymco GP 125

Tidak hanya menawarkan kendaraan dengan bodi yang imut sehingga lebih mudah bermanuver, Motor ini juga memiliki dek bawah yang luas. Ini dianggap cocok sebagai kendaraan yang serbaguna karena mampu menampung banyak barang bawaan.

“Di Indonesia saya melihat banyak orang kesulitan membawa barang bawaan dengan skutik. GP 125 memiliki dek yang bisa mengangkut air mineral dua galon sekaligus. Kompartemennya sendiri cukup luas sehingga bisa membawa lebih banyak barang,” jelasnya kemudian. [Dew/Idr]


Komentar