Kymco akan Punya 10 Skuter Listrik Hingga 2021 Share this

Kymco akan Punya 10 Skuter Listrik Hingga 2021

Indra Prabowo
pada 13 Mei 2019

KAOHSIUNG – Berawal dari transfer teknologi dan menjadi fasilitas produksi sepedamotor Honda, KYMCO (Kwang Yang Motor Company) telah menjadi salah satu merek powersports disegani di dunia dengan produk-produk skuter & sepedamotor, ATV (all-terrain vehicles and Utility), skuter listrik, skuter mobilitas dan sepeda listrik.

KYMCO GROUP sekarang terdiri dari fasilitas manufaktur dan perusahaan pemasaran/penjualan di 106 negara di seluruh dunia yakni Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Vietnam, dan lain-lain.

Di Taiwan, perusahaan yang berbasis di Kaohsiung ini menguasai pasar sepedamotor selama 19 tahun secara beruntun. Pada 2018 KYMCO menguasai 35,5% pasar sepedamotor Taiwan yang didominasi oleh skuter.

Dan, yang tidak kalah pentingnya adalah KYMCO berhasil mendobrak lambatnya perkembangan skuter listrik dengan meluncurkan solusi skuter listrik IONEX pada 2018 di Tokyo Motorcycle Show. Dua model skuter listrik pertama IONEX – Kymco Many 110 EV dan Kymco Nice 100 EV – pada Juni 2018 di Taiwan. [Baca: Kymco Pecahkan Semua Hambatan Perkembangan Skuter Listrik].

Ambisi Kymco di dunia skuter listrik akan berlanjut. Hingga 2021, perusahaan yang berdiri pada 1964 ini akan meluncurkan 10 model listrik. Setiap model skuter listrik akan menargetkan pengguna berbeda dan menunjukkan karakteristik yang berbeda. Selanjutnya, KYMCO akan memperkenalkan kendaraan listrik biasa (regular duty) dan kendaraan listrik berat (heavy-duty).

Dengan memiliki skuter listrik Kymco, para pelanggan tidak perlu repot menunggu baterai diisi ulang dan mencari lokasi stasiun pengisian ulang. Mereka dapat menyewa baterai-baterai tambahan dengan biaya sewa terjangkau USD 10 per bulan, dan bisa mengisi baterai di seribuan lokasi dan rumah.

Kesuksesan perusahaan yang didirikan oleh Guang-Shu Ko ini tidak terlepas dari perhatian mereka ke penelitian dan pengembangan (R&D). Sejak 1978 Kymco memiliki R&D Center, dan selalu menyisihkan 7% dari penghasilan (revenue) untuk R&D. [Idr]  

 

 

 

  


Komentar