Kendaraan Listrik Bidik Konsumen Kalangan Tertentu Share this
Berita Mobil
Mode baca

Kendaraan Listrik Bidik Konsumen Kalangan Tertentu

Denny Basudewa
pada 01 Februari 2019

JAKARTA – Geliat kendaraan listrik di Indonesia semakin bergairah dan beberapa produsen menyambutnya dengan memperkenalkan beberapa produk unggulannya.

Mobil listrik maupun motor listrik di Indonesia baru-baru ini kembali memanas. Karena regulasi yang mengatur tentang keberadaan kendaraan ramah lingkungan tersebut sepertinya akan segera terbit. Hal ini berdasarkan keterangan Penasihat Khusus Menko Maritim yakni Satriyo S Brodjonegoro.

Namun yang menarik untuk diperbincangkan adalah siapa sasaran konsumen kendaraan listrik tersebut. Mengingat bahwa alat transportasi penghisap daya listrik ini diklaim lebih efisien baik dalam urusan perawatan. Peralihan dari mesin bakar ke motor listrik juga dikatakan lebih menguntungkan untuk lingkungan.

"Pertimbangan utama, ketahanan energi yaitu mengurangi energi impor dan memanfaatkan energi domestik. kedua, lingkungan, untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, peluang persaingan global, dan kemandirian dalam industri kendaraan bermotor listrik bermerek nasional," ucap Satriyo dalam kesempatan diskusi kendaraan listrik beberapa waktu lalu.

Peraturan pemerintah mengenai kendaraan listrik sebenarnya sudah dibahas sejak lama dan tidak kunjung menunjukkan hasil. Produsen kendaraan dan berbagai pihak memilih sikap wait and see dalam memasarkan kendaraan listrik. Meskipun ada beberapa pabrikan yang sudah melakukan pergerakan dengan coba memasarkan kendaraan hybrid.

Balik lagi ke pembahasan siapa sasaran kendaraan listrik di Indonesia. Untuk mobil listrik misalnya, dibutuhkan daya listrik yang cukup besar untuk mengisi baterainya. Dikatakan untuk mengisi kembali, daya yang dibutuhkan sekira 5.500 VA.

Sementara di Indonesia masih banyak rumah yang masih menjadi pelanggan setia Perusahaan Listrik Negara (PLN), berkapasitas di bawah 5.000 VA (4.400 VA, 3.300 VA, 2.200 VA dan 1.300 VA). Artinya dalam hal ini kendaraan listrik khususnya mobil hanya tertuju pada konsumen segmen menengah ke atas.

Kemudian pada motor listrik, konsumennya lebih beragam karena harga jual yang lebih terjangkau. Selain itu kapasitas baterai dan daya yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Pada motor listrik juga bisa mengaplikasikan model swap atau tukar baterai.

PT Astra Honda Motor (AHM) yang baru saja memperkenalkan PCX Listrik menawarkan konsep menarik. Kendaraan tersebut dihadirkan dengan metode sewa, sehingga konsumen tidak perlu melakukan pembelian unit.

Perpres (Peraturan Presiden) yang dikabarkan akan diresmikan bulan depan seharusnya bersifat win-win solution. Regulasi tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menguntungkan produsen dan konsumen kelas menegah saja. Namun aturan mengenai kendaraan listrik seharusnya bisa menyasar lebih banyak segmen konsumen di Tanah Air. [Dew/Ari]


Komentar