Kemewahan Berbalut Kenyamanan Mazda6 SkyActiv Share this
Review Mobil
Mode baca

Kemewahan Berbalut Kenyamanan Mazda6 SkyActiv

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 23 Maret 2016

Foto: OtoSpirit mendapat kesempatan merasakan keanggunan Mazda.

BANDUNG -Kemewahan sudah mulali terasa ketika OtoSpirit hendak ingin membuka pintu sedan ini. Untuk diingat Mazda6 SkyActiv didesain dengan fitur masa depan berlimpah berbalut desain sporty yang mengedepankan konsep desain KODO-Soul of Motion.

Demi memaksimal sedan ini, Mazda melakukan perbaikan pada mesin, transmisi, casis dan suspensi disebut teknologi SkyActiv dalam satu kesatuan. Empat elemen ini ditujukan untuk bersaing dengan sedan asal Eropa, namun dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

Boleh kami bilang Mazda6 SkyActiv menjadi jauh lebih canggih dari pendahulunya, dan tentu jauh lebih canggih dari sedan sekelas asal Jepang sebut saja Toyota Camry dan Honda Accord. Namun, Mazda harus sadar jika fans pesaingnya cukup besar di Indonesia.

Data Gaikindo, Januari-Desember 2015, Toyota Camry terkirim sebanyak 1.419 unit, Honda Accord (510 unit), dan Mazda6 (180 unit). Cukup berat bagi Mazda untuk penetrasi pasar sedan di Indonesia. Namun yang bikin Mazda percaya diri adalah menawarkan mobil berbeda di kelasnya.

Perpedaan paling mendasar adalah adanya berbagai fitur masa depan dijuluki i-Activsense meliputi Lane Departure Warning System (LDWS), Driver Attention Alert (DAA), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Adaptive LED Headlamps (ALH) dan fitur keselamatan Smart City Brake Support (SCBS), dan bisa dibilang tidak ada pada sedan yang sama-sama asal Jepang.

Dan untuk membuktikan itu, Mazda Motor Indonesia mengajak 16 wartawan otomotif ke Bandung dalam acara bertajuk "Mazda Drive a Life" rute Jakarta-Bandung-Jakarta akhir pekan lalu.

Mazda6 Mazda6 saat melintasi tol Padalarang menuju Bandung.

Percobaan pertama, OtoSpirit mengambil posisi sebagai penumpang. saya sudah dapat merasakan gesitnya mesin SkyActiv-G 2.5-liter In-line 4-silinder, DOHC 16 Valve melintasi jalur bebar hambatan Jakarta-Purwakarta-Bandung.

Duduk sebagai penumpang merasakan kenyamanan saat rekan saya memainkan paddle shift. Tak ada gejala kasar ditimbulkan akibat perpindahan gigi. Selama perjalanan, perpindahan gigi terasa sangat halus. Asiknya mesin cukup ganas melibas tanjakan yang cukup curam dan langsung menikung. Beruntungnya tidak ada gejala over steer dan limbung, saat menyalip kendaraan lain di depan dengan kecepatan sedang.

Interior Mazda6 SkyActiv telah dilengkapi dual zone automatic climate control dengan ventilasi belakang, sunroof. Dashboard, kursi dan kemudi hingga tuas perseneling juga sudah dibalut kulit lembut untuk menambah kenyamanan penghuni kabin Mazda6 SkyActiv.

Di sela-sela perjalanan menuju cafe Cocorico di jalan Bukit Dago Timur, saya juga bisa menikmati audio system MZD Connect yang sudah tersedia layar TFT 7", DVD, MP3, Bluetooth built-in untuk hands-free phone, audio streaming dan voice command serta AUX-in USB. Sedangkan kualitas suara bisa dinikmati melalui 11 buah speaker yang disebar di seluruh kabin penumpang.

Merasakan sebagai pengemudi

Di hari yang sama, perjalanan bersama Mazda berlanjut ke hotel Stevie G yang terletak di jalan Sersan Bajuri, Cihideung. Jalurnya cukup ramai kendaraan lain yang secara kebetulan ingin menikmati pemandangan Kota Bandung dari atas bukit.

Kursi sedan ini terasa nyaman untuk pengendara dengan tinggi badan 168 cm. Semakin dipermudah dengan pengaturan elektrik, tapi sayang pengaturan tilt steering dan teleskopik (naik-turun dan maju mundur kemudi) masih manual.

Di depan pengemudi tersimpan kaca kecil (Active Driving Display) yang bisa terlipat saat mesin mati dan terbuka saat mesin menyala. Fungsi kaca kecil tersebut untuk memberikan informasi kecepatan, konsumsi BBM dan lain-lain. Keberadaan alat tersebut membuat pengemudi tidak perlu memalingkan mata ke meter cluster hanya untuk melihat kecepatan kendaraan, sebaliknya dalam kondisi mata tertuju ke depan, konsentrasi mengemudi Anda akan tetap terjaga.

Dari cafe Cocorico ke hotel, kondisi jalan relatif rata dan tidak ada tanjakan dan turunan terjal. Kendati demikian saya sempat merasakan drive mode D+S di jalan sepi, dan hasilnya cukup memuaskan. Mesin mobil merespon keinginan pengemudi.

mazda6-interiorNah, hari sudah gelap menjelang lokasi penginapan. Momen ini sangat pas bagi pengendara yang ingin membuktikan fitur Adaptive LED Headlamps (ALH). Untuk bisa mengatifkan fitur ini cukup dengan mengarahkan batang pengendali lampu ke arah depan.

Jika sudah aktif, fitur ALH secara otomatis melebarkan jangkauan cahaya jika kondisi di depan sangat gelap. ALH bekerja secara otomatis beradaptasi dengan situasi dan kondisi di depan kendaraan.

Di samping itu saya juga bisa membuktikan Hill Launch Assist (HLA) saat memasuki lokasi penginapan yang dikenal dengan jalanan menanjak. Setidaknya kondisi jalan tersebut bisa membuktikan jika fitur HLA benar-benar bermanfaat jika kita tiba-tiba terjebak sejenak di jalan tanjakan.

Dari seluruh jalur yang sudah saya lewati, saya merasakan kenyamanan. Untuk kecepatan tinggi dan rendah, mobil ini tetap terasa nyaman. Bagi para penikmat sedan bisa membeli sedan asal Jepang satu ini, sebab mobil sudah mengalami banyak pengubahan luar biasa dari model lawasnya.

Kesimpulan

Mazda6 SkyAcitv ramah di perkotaan dan perjalanan ke luar kota. Penampilan sedan ini bertambah sempurna dengan fitur-fitur yang memadai dan mudah digunakan. Lebih menarik dari sedan satu ini adalah ketika tersimpan teknologi i-Stop (Idle-stop System), yang berguna dalam menghemat konsumsi bahan bakar minyak. [Ikh/Idr]


Komentar