Kelimutu, Danau Penuh Pesona dan 'Mistik' Share this
Hangout
Mode baca

Kelimutu, Danau Penuh Pesona dan 'Mistik'

Indra Prabowo
pada 22 Mei 2016

ENDE – Salah satu lokasi wisata yang disambangi oleh Terios 7 Wonders Tour de Flores adalah Danau Kelimutu, kabupaten Ende.

Gunung Kelimutu memiliki daya tarik luar biasa karena memiliki kawah danau 3-warna. Saat OTOSPIRIT berkunjung, Danau-danau tersebut berwarna hijau terang, hijau gelap, serta hitam. Inilah salah satu dari ratusan lokasi wisata yang wajib dikunjungi kita.

Menurut keterangan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, masing-masing danau punya nama. Danau paling barat bernama Tiwu Ata Mbupu  atau ”danau  jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal”. Danau di tengah dijuluki danau Tiwu Nuwa Muri Koo Fai atau “danau untuk jiwa-jiwa muda-mudi yang telah meninggal”. Paling timur Tiwu Ata Polo atau “danau untuk jiwa-jiwa orang yang selalu melakukan kejahatan”.  Jadi masyarakat setempat memercayai bahwa danau Kelimutu menjadi tempat bersemayam bagi jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan penempatannya bergantung kepada amal ibadah mereka selama hidup.

Uniknya warna semua danau selalu berubah. Pengubahan warna-warna air danau disebabkan kandungan mineral, lumut dan batu-batuan di dalam kawah dan pengaruh cahaya Matahari. Danau Kelimutu terbentuk dari erupsi gunung vulkanik pada zaman purba.

Danau kelimutu merupakan bagian dari Taman Nasional Kelimutu dengan titik tertinggi 5,679 kaki yang terletak di gunung Kelibara (1,731 meter) dan Gunung Kelimutu setinggi 5,544 kaki atau (1,690 meter).

Taman Nasional Kelimutu menjadi habitat bagi sekitar 19 jenis burung yang terancam punah: punai flores (Treron floris), burung hantu wallacea (Otus silvicola), sikatan rimba-ayun (Rhinomyias oscillans), kancilan Flores (Pachycephala nudigula), sepah kerdiL (Pericrocotus lansbergei), tesia Timor (Tesia everetti), opior jambul (Lophozosterops dohertyi), opior paruh tebal (Heleia crassirostris), cabai emas (Dicaeum annae), kehicap flores (Monarcha sacerdotum), burung madu matari (Nectarinia solaris), dan elang Flores (Spizaetus floris).

Anda pun jika beruntung dapat menjumpai tikus gunung (Bunomys naso), banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

Danau Kelimutu diperkenalkan pertama kali oleh seorang Belanda bernama Van Such Telen pada 1915. Danau Kelimutu semakin terkenal setelah Y Bouman melukis keindahan dan pengubahan warna danau Kelimutu via tulisan pada tahun 1929.

Untuk mencapai danau Kelimutu, Anda lebih baik mendarat di Ende karena lebih dekat dibandingkan ketika kami berangkat dari Maumere. Perjalanan kami dari Maumere menuju Kelimutu sejauh sekitar 120 km memakan waktu sekitar 3 jam dengan lintasan berliku-liku tajam dan pemandangan indah.

Kami sarankan jika Anda ingin melihat proses matahari terbit, berangkatlah dari sebelum waktu Subuh, misalkan saja pukul 2.00 atau 3.00 WITA. Jika Anda tiba di sana siang atau sore, boleh jadi danau akan tertutup kabut. Jangan lupa pakailah jaket. [Idr]

Lebih lanjut di Otospirit
Kelimutu, Danau Penuh Pesona dan 'Mistik'


Komentar