Kaum Hawa di AS Ragukan Kemampuan Teknologi Otonom Share this

Kaum Hawa di AS Ragukan Kemampuan Teknologi Otonom

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 06 Februari 2018

Foto: BMW Vision Next 100 concept

AMSTELVEEN - Kaum hawa di Amerika Serikat masih tidak yakin dengan kemampuan mobil otonom.

Klynveld Peat Marwick Goerdeler (KPMG) Amerika Serikat telah melakukan riset pada 11-18 Januari 2018 untuk mendapatkan data mengenai pendapat masyarakat akan kehadiran mobil otonom. Riset tersebut diikuti oleh 2.592 penduduk AS dengan hasil 67 persen masyarakat merasa belum nyaman untuk mengendarai mobil otonom.

Berdasarkan hasil riset tersebut, total 55 persen pria dan 77 persen wanita di AS masih meragukan mobil otonom. Total 63 persen dari generasi-X (1965-1981) dan total 55 persen dari generasi Millenials (1982-2004) tampak sangat meragukan mobil otonom.

Disamping hasil riset tersebut, produsen otomotif dunia juga telah melakukan riset tersendiri. Hasil riset yang dilakukan oleh produsen otomotif dunia dinilai sangat mendukung proses pengembangan mobil otonom.

KPMG

Hasil riset tersebut juga sesuai dengan yang dilakukan Reuters bahwa 2/3 penduduk AS masih belum percaya dengan kecerdasan artificial (Artificial Intelligent) yang dikembangkan oleh berbagai produsen mobil serta teknologi. Meski hasil riset yang diperoleh KPMG dan produsen otomotif dunia berbeda, proses pengembangan mobil otonom tetap dilakukan.

Teknologi tersebut dinilai merupakan kendaraan masa depan yang dinilai sangat cocok untuk masyarakat. Mobil otonom diyakini dapat menyelamatkan lebih dari 1 juta nyawa setiap tahunnya dan KPMG sendiri memprediksi 90-95 persen kecelakaan kendaraan yang terjadi diakibatkan oleh kesalahan manusia.

Selain itu mobil otonom dinilai juga dapat membantu masyarakat yang tidak bisa mengendarai mobil. Sehingga masyarakat dapat berpidah ke lokasi yang dituju dengan mudah. [Amo/Ari]


Komentar