KARMA Bodykit Bakal jadi Racun di Jepang Share this
Modifikasi
Mode baca

KARMA Bodykit Bakal jadi Racun di Jepang

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 24 Januari 2019

JAKARTA - KARMA bodykit menjadi salah satu brand Tanah Air yang dibawa NMAA (National Modificator & Aftermarket Association) ke arena modifikasi Osaka Automesse 2019 di Jepang.

Untuk kali kedua, NMAA akan memboyong lagi produsen after market dari Indonesia untuk manggung di negeri Sakura. Pada ajang Osaka Automesse 2019 tersebut, mereka membawa empat brand yang terdiri dari KARMA Bodykit, Yoong Motor, Air Pride dan BitelBlack.

Event modifikasi tersebut juga perdana dikunjungi oleh KARMA. Oleh karena itu, Kiki Anugraha selaku pemilik merasa antusias bisa membawa produk buatan KARMA tampil di Osaka.

"Tujuan kami ikut adalah agar KARMA lebih dikenal lagi di Jepang dan bisa menjual banyak bodykit di sana," kata Kiki di bilangan Jakarta Selatan (23/1).

Bicara soal penjualan, Kiki mengatakan KARMA punya peluang di pasar Jepang karena populasi mobil Toyota FT86 di sana cukup besar. Hal ini selaras karena KARMA memproduksi sendiri bodykit untuk sedan sport tersebut.

"Keunggulan desain kami lebih agresif dan aerodinamis. Material yang digunakan adalah FRP (fiberglass) dan ada beberapa bahan serat karbon. Selain itu, paket bodykit KARMA juga plug and play (PnP) terdiri dari bumper depan-belakang, over fender (depan-belakang), side skirt, duck tail, serta add on lips," lanjut Kiki lagi.

Walau baru kali ini pamer di Osaka Automesse, Kiki mengaku wide body KARMA sudah dibeli konsumen dari Jepang meski masih sedikit. Tapi, di beberapa negara lain sudah cukup banyak. Mulai dari Kanada, Australia hingga yang di luar dugaan adalah Amerika Serikat.

Sebagai informasi, paket bodykit tersebut tak hanya PnP buat Toyota FT86 saja. Melainkan juga bisa diterapkan pada mobil kembarannya yaitu Toyota GT86, Subaru BRZ dan Scion FRS. Produk after market-nya sendiri dibuat di Bandung, Jawa Barat dengan waktu produksi selama 2 minggu. Sedangkan harga yang ditawarkan adalah $ 3,000 (di luar ongkos kirim dan knalpot).

NMAA Perwakilan after market dari Indonesia yang akan berangkat ke Osaka Automesse 2019.

Road to Indonesia Modification Expo (IMX) 2019

Sementara brand lain di bawah nama Great of Indonesia seperti Yoong Motor akan menghadirkan ragam produk inovatif dari sektor penerangan, BitelBlack melalui cover mobil dan Air Pride dengan produk air suspension juga mencoba eksis di Osaka Automesse, 9-11 Februari 2019 mendatang.

Perlu diketahui bahwa Great of Indonesia merupakan sebuah pergerakan dari NMAA untuk memperkenalkan produk-produk aftermarket Indonesia ke kancah internasional melalui pameran-pameran modifikasi di luar negeri. Andre Mulyadi selaku pendiri NMAA mengatakan ini juga merupakan rangkaian dari Road to IMX 2019.

"Secara strategis, movement ini akan menjadi mercusuar bisnis merek-merek aftermarket Indonesia yang berpartisipasi. Sebagai salah satu kiblat modifikasi dunia, Jepang memiliki kontrol kualitas tinggi terhadap sebuah produk aftermarket. Jika produk aftermarket Indonesia diterima pasar Jepang, berarti kualitasnya diakui. Kesempatan menaikkan kuantitas penjualan di dalam negeri serta peningkatan ekspor produk lokal pun menjadi lebih besar," jelas Andre.

Mengenai IMX 2019 (28-29 September 2019) nanti, Andre menjanjikan banyak hal baru dan menarik yang tersaji di Balai Kartini. IMX akan selalu memberikan tematis berbeda dan berusaha membesarkan skala, agar semua pelaku modifikasi dan aftermarket Indonesia bisa ambil bagian di dalamnya.

"Kami berharap dapat melihat hal-hal baru lagi di IMX 2019. Dan, dengan tema "The Power of Collaboration" ini kami juga sedang merancang kolaborasi yang spektakuler serta jauh lebih menarik dari IMX 2018. Terkait Road to IMX 2019, nantinya juga akan ada beberapa kegiatan di daerah seperti Yogyakarta, Surabaya dan lain-lain. Mohon dukungannya untuk IMX agar bisa menjadi lebih besar dan berskala internasional,” tutup Andre. [Ary/Ari]


Komentar