Italia Lockdown, Piaggio Group Ogah Hentikan Produksi Share this
Berita Motor
Mode baca

Italia Lockdown, Piaggio Group Ogah Hentikan Produksi

Denny Basudewa
pada 19 Maret 2020

Foto: Piaggio Group

PONTEDERA – Piaggio Group yang membawahi merek Piaggio, Vespa, Moto Guzzi, dan Aprilia menolak untuk menghentikan proses produksi kendaraan, kendati Pemerintahan Italia telah menetapkan status Lockdown.

Vrus Corona (Covid-19) yang semakin meluas hampir di seluruh penjuru bumi kian mengkhawatirkan. Italia sendiri menjadi negara di luar China yang mencatat kasus paling banyak. Hal ini membuat Pemerintahan Italia mengambil langkah lockdown.

Keputusan ini membuat beberapa pabrikan mobil maupun motor menghentikan produksinya. Agar penyebaran virus corona tidak semakin meluas. Namun keputusan untuk menutup pabrik tidak dilakukan oleh semua pabrikan.

Yamaha seperti telah diwartakan sebelumnya, memutuskan untuk menghentikan aktivitas di pabrik mereka yang berada di Italia dan Perancis. Ducati dan Moto Morini menutup pabrik mereka hingga situasi memungkinkan.

Bahkan produsen rem Brembo juga menghentikan produksi di pabriknya di kawasan Bergamo. Pabrikan rem terkemuka tersebut menutup pabrik hingga pekan depan. Brembo mengambil keputusan yang sangat berani, mengingat kliennya cukup banyak dari seluruh dunia. Apalagi Ducati dan Yamaha yang penjualannya cukup banyak secara global.

Namun penutupan pabrik yang dilakukan para produsen di atas tidak dilakukan oleh manajemen Piaggio Group. Bahkan Piaggio Group telah menyatakan bahwa salah seorang karyawan mereka positif Covid-19. Piaggio hanya meliburkan pabrik dan kantornya selama tiga hari, lalu karyawan kembali bekerja seperti biasa.

Pihak pabrikan mengklaim bahwa mereka mengambil langkah-langkah pencegahan, dengan menempatkan hand sanitizer dan jalur produksi ditata ulang serta merekomendasikan jarak satu meter pada setiap karyawan.

MV Agusta juga melakukan hal yang sama dengan Piaggio Group. Mereka memilih untuk tidak meliburkan fasilitas pabrik namun menempuh cara-cara pencegahan. MV Agusta mengurangi jumlah karyawan yang masuk ke pabrik dan melakukan tindakan sanitasi. [Dew/Idr]


Komentar