Ini Strategi Toyota Hadapi Pandemi Covid-19 Share this
Berita Mobil
Mode baca

Ini Strategi Toyota Hadapi Pandemi Covid-19

Denny Basudewa
pada 06 Mei 2020

Foto: Toyota Astra Motor

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) memasuki babak baru sebagai produsen kendaraan di masa pandemi covid-19.

Seperti diketahui bersama bahwa pandemi covid-19 membuat hampir seluruh lini bisnis terhenti. Di Indonesia, sektor otomotif mengalami pukulan yang cukup telak, terutama pada April 2020. Dari segi penjualan, pada bulan keempat tahun 2020, TAM mengalami kemerosotan baik secara wholesale maupun retail.

Menghadapi pandemi yang tidak kunjung berhenti, Toyota Indonesia mengubah keseluruhan strategi dalam memasarkan produk-produknya. Dikatakan bahwa sejumlah digitalisasi harus dilakukan guna bertahan di masa yang menantang seperti saat ini.

“Kita tidak menutup segala kemungkinan, karena ini adalah the new normal. Kita harus berpikir ulang bagaimana cara berkomunikasi, bisnis termasuk launching mobil. Contohnya pada beberapa waktu lalu kami melakukan peluncuran Agya secara virtual, ini pertama kali buat kami,” ucap Anton Jimmi, Direktur Pemasaran PT TAM, pada bincang santai secara virtual Selasa, 05 Mei 2020.

Ia menambahkan bahwa launching mobil secara virtual, merupakan salah satu strategi yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Belajar dari pengalaman, Toyota juga mengatakan masih mempunyai beberapa amunisi (produk baru) dalam waktu dekat. Sayang Ia tidak menjelaskan lebih lanjut model apa yang akan dihadirkan.

“Dari sisi kami (TAM), tugasnya adalah bagaimana memanage demand dan suplai. Kita harus memperhatikan kondisi market seperti apa dan melayani konsumen seperti apa. Komunikasi dengan dealer juga harus diperhatikan, agar operasi bisa berjalan dengan baik. Bagaimana dealer dalam kondisi sulit seperti ini, namun tetap bisa berkomunikasi dan melayani konsumen dengan baik,” lanjutnya kemudian.

Kemudian Ia juga mengajak pihak leasing untuk tetap bersama-sama bisa melalui masa sulit seperti saat ini. Karena leasing juga menghadapi kasus yang tidak kalah pelik, restrukturisasi hutang banyak terjadi di konsumen yang kian memberatkan leasing. [Dew/Idr]


Komentar