Ini Pengembangan Mobil Baru Toyota Share this

Ini Pengembangan Mobil Baru Toyota

Adi Hidayat
pada 08 Desember 2016

TOYOTA CITY - Setelah mengumumkan akan mulai mengembangkan kendaraan listrik, Toyota pun menyatakan akan mengembangkan mesin konvensional di masa mendatang. Meski demikian, Toyota akan mengembangkan mesin konvensional dengan beragam ubahan lebih baik.

Hal ini ditunjukkan dengan diumumkannya pengembangan dari mesin yang akan digunakan untuk platform kendaraan TNGA (Toyota New Global Architecture). Toyota mengembangkan kembali mesin TNGA untuk memenuhi kebutuhan di negara-negara yang menekankan hukum terkait emisi dan penghematan bahan bakar,

Toyota pun berhasil mengembangkan mesin, transmisi dan sistem hybrid dengan satu tujuan yaitu mengurangi emisi CO2 hingga 15 persen pada 2021 untuk seluruh negara tujuan penjualan Toyota.

Mesin pertama yang ditawarkan adalah mesin berkapasitas 2.500cc direct-injection. Dynamic Force Engine menjadi salah satunya. Pengembangannya yang disebut 2AR-FXE dapat ditemukan di Toyota Camry Hybrid 2016. Mesin tersebut telah diadaptasi untuk arsitektur TNGA, Atkinson-cycle powerplat menawarkan efisiensi mencapai 41 persen bila menggunakan teknologi hybrid. Pengembangan selanjutnya akan dibenamkan untuk Toyota Camry Hybrid 2018 dan hanya akan memerlukan 1 liter untuk menjangkau jarak tempuh 17 km.

Selanjutnya, Toyota mengumumkan dua transmisi otomatis terbarunya yaitu Direct Shift-8AT dan Direct Shift-10AT. Direct Shift-8AT akan tersedeia pada mesin V8 di mobil Toyota Highlander 2017. Sementara untuk Direct Shift-10AT akan disematkan pada Lexus LC 500h 2017.

Insinyur Toyota akan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar kedua transmisi tersebut. Patut diingat bahwa transmisi 10-speed akan diperuntukkan mobil-mobil sistem rear-wheel-drive.

Toyota juga terinspirasi dari teknologi yang digunakan oleh Prius generasi keempat. Toyota akan meningkatkan sistem hybrid untuk mesin kendaraan bermesin 2.500cc. Mesin ini akan disebut Multistage THS II dan dikembangkan untuk kendaraan RWD. Oleh Toyota akan dikawinkan dengan baterai lithium-ion berkapasitas besar dan sanggup menempuh jarak hingga 60 km atau lebih. (Adi/Ikh)


Komentar