Eric Saputra: Antara Bisnis dan Balap Share this
Balap Lain
Mode baca

Eric Saputra: Antara Bisnis dan Balap

Ary Dwinoviansyah
pada 19 April 2018

JAKARTA - Eric Saputra, pembalap sekaligus pengusaha muda ini punya pengalaman baru setelah memutuskan membentuk tim balap profesional.

Bagi kalangan balap, khususnya di arena Indospeed Race Series (IRS) atau Yamaha Sunday Race (YSR) nama Eric cukup dikenal. Baik sebagai pembalap berprestasi juga karena kiprahnya dalam bisnis keluarganya sebagai pemilik Cargloss Group.

Dalam dunia adu kecepatan, beberapa prestasi telah Eric torehkan dengan menjadi langganan podium balap motor yang digelutinya. Tak hanya itu, Eric memiliki kesibukan lain yakni terjun langsung menangani bisnis Cargloss Group khususnya di oulet apparel Prime Gears dan menjadi pemimpin tim balap bernama Cargloss Racetech RRS Mandiri Private Racing Team.

Tentang tim balap, Eric rupanya punya cukup banyak cerita. Mulai dari misi hingga kendala yang dihadapi, selain visinya untuk memajukan balap dengan bibit-bibit muda.

"Saya ingin membawa pembalap muda untuk bisa go international dan membiasakan mereka untuk mengutamakan keselamatan dengan apparel yang safety dan sesuai standar balap," buka Eric.

Eric Saputra Prime Gears Cargloss

Misi ini menjadi penekanan bagi Eric karena menurutnya hal tersebut sedikit dikesampingkan. Di satu sisi, pembalap mengejar nilai kontrak yang besar. Tapi, mereka masih belum aware dengan keselamatan diri.

Dan bukan kebetulan, bisnis Prime Gears yang ia kelola berkaitan erat dengan keselamatan bikers. Untuk diketahui, Prime Gears yang memiliki outlet di Jl RC Veteran Bintaro, Jakarta Selatan ini merupakan distributor resmi dari helm Arai serta riding gear merk Komine, Taichi hingga Dainese plus produsen Cargloss Helmet.

Tentu saja Eric membutuhkan dukungan untuk bisa mendirikan sebuah tim. Akan tetapi, rekannya itu juga harus mempunyai visi dan misi yang sejalan. Untuk itu Eric memutuskan menggandeng mantan pembalap Asia Road Racing Championship (ARRC), Rey Ratukore sebagai sosok senior bagi pembalap muda di timnya.

"Dengan adanya Rey sebagai pembalap utama, dia akan menjadi mentor untuk meningkatkan skill pembalap muda," tambahnya.

Eric menjelaskan, untuk mengoptimalkan potensi pembalapnya dia pun memutuskan menggandeng salah satu mekanik andal, Leon Chandra dari Racetech Performance sebagai peracik tunggangan.

Bagi Eric, apa yang dilakukannya ini masih satu dari sekian banyak pengalaman yang akan didapatnya ke depan. Pria asal Bogor ini juga mengungkap ada hal lain yang ingin diketahui, lebih dari sekedar menjabat bos tim balap.

"Ada tujuan lain kenapa saya yang masih aktif balapan, tapi juga memilih untuk membentuk tim. Tujuannya adalah mengetahui apa yang dibutuhkan tim dan pembalap. Pada akhirnya, saya bisa merasakan dan menilai kesulitan yang mereka hadapi," papar Eric kepada Otospirit.com

Menurutnya, banyak owner team yang hanya menuntut pembalap untuk juara. Bahkan, banyak pula yang tidak menghargai usaha mereka.

"Di sini saya juga coba menerapkan, khususnya kepada pembalap muda untuk bisa menghargai mekanik yang sudah setup motor. Pembalap, mekanik dan motor itu adalah komposisi terpenting dan harus tetap solid supaya bisa meraih kemenangan," jelas Eric lagi.

Terkait pula dengan pembibitan pembalap, Eric dan koleganya juga berencana membuat sekolah balap. Bahkan, dia sudah mencanangkan sebuah sirkuit flat track seperti milik Valentino Rossi.

"Instrukturnya adalah Rey dan mengenai sirkuit saat ini sudah dalam perancangan lay out dan tahun ini juga akan berjalan pembangunannya," tutup pria pengguna nomor 282 pada motor balapnya. [Ary/Ari]


Komentar