Ini Alasan Rossi & Vinales Copot Kepala Mekanik Share this
MotoGP
Mode baca

Ini Alasan Rossi & Vinales Copot Kepala Mekanik

Denny Basudewa
pada 19 Oktober 2019

Foto: Dua pembalap Yamaha MotoGP

MOTEGI – Valentino Rossi dan Maverick Vinales sampai mengganti kepala-kepala mekanik, karena tidak kunjung mendapatkan setting terbaik pada motor.

Beberapa waktu lalu, The Doctor mengumumkan bahwa dirinya tidak akan bekerja sama lagi dengan Silvano Galbusera pada MotoGP 2020. Posisinya akan digantikan oleh Davide Munoz yang sebelumnya menangani tim VR46 milik Rossi di Moto2 dan Moto3.

Munoz (41 tahun) sama sekali belum memiliki pengalaman di MotoGP. Dibandingkan dengan dua kepala mekanik sebelumnya, Munoz bisa dibilang masih terlalu belia dan bisa menjadi blunder bagi Rossi sendiri.

Namun keputusan sudah dibuat, Rossi akan didampingi Munoz pada musim depan. Meskipun menyadari kekurangan tersebut, namun sang pembalap masih membela calon mekanik barunya. Dikatakan bahwa sebagai mekanik muda, diharapkan akan lahir ide-ide brilian untuk meningkatkan kemampuan Rossi.

“Dia memang tidak mempunyai pengalaman di MotoGP, tapi dia masih muda dan punya ide-ide bagus dan saya kenal dekat dan selalu memantau tim Sky Racing VR46 dengan sangat dekat. Saya suka dengan gayanya dan caranya mengatasi masalah,” ucap Rossi.

Tidak hanya Rossi yang kerap berganti mekanik. Vinales juga telah melakukan penggantian mekanik pada awal musim 2019. Ia memutuskan untuk mencopot Ramon Forcada yang pernah menjadi mekanik kepercayaan Jorge Lorenzo.

Kini Vinales akan didampingi oleh Esteban Garcia yang pernah mengantarkannya memenangkan titel Juara Dunia Moto3 pada 2013. Pada musim ini, Vinales mengalami peningkatan performa. Bahkan rider asal Spanyol tersebut sudah merasakan kemenangan di MotoGP Belanda 2019.

Di balik itu semua muncul pertanyaan, seberapa penting Rossi dan Vinales melakukan pergantian kepala mekanik. Terutama bagi Rossi yang telah memasuki umur 40 tahun lebih. Dengan ide segar seperti apa Rossi bisa tampil lebih kompetitif dari sekarang, melalui kepala mekanik baru yang belum berpengalaman di MotoGP.

Bukan satu kali ini saja Rossi berganti kepala mekanik. Sebelum mengikat kontrak dengan Galbusera, Rossi telah mengukir sejarah bersama Jeremy Burgess sejak di Moto3 (GP125 kala itu). Namun nama besar dan hasil pencapaian tidak memberikan kenyamanan bagi Rossi. [Dew/Idr]


Komentar