Indonesia Menjadi Target Pemain Teknologi Robot Global Share this
Berita Mobil
Mode baca

Indonesia Menjadi Target Pemain Teknologi Robot Global

Denny Basudewa
pada 16 Agustus 2019

Foto: Universal Robots

JAKARTA – Teknologi robot saat ini menjadi daya tarik tersendiri bagi sektor otomotif dan elektronik di Indonesia.

Hal ini dikatakan oleh pihak Universal Robots yang merupakan pemain teknologi robot global asal Denmark. Disebutkan bahwa Rasio penggunaan robot di industri manufaktur Indonesia masih rendah, hanya 5 robot per 10 ribu karyawan.Sedangkan global 85 robot per 10 ribu karyawan.

Potensi industri otomotif Indonesia yang besar menjadi daya tarik, bagi industri robot atau otomasi global. Apalagi dalam implementasi industri 4.0, industri otomotif membutuhkan proses produksi yang lebih efektif dan efisien, supaya bisa memasarkan produk lebih cepat ke pasar.

“Industri otomotif Indonesia makin kompetitif daya saingnya, karena sudah banyak menggunakan teknologi robot. Namun, memang proses adopsinya dilakukan secara bertahap. Karena tetap juga dihitung nilai keekonomiannya saat digunakan dalam satu tahapan produksi kendaraan,” ujar Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), dalam diskusi pintar Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), bertajuk Peningkatan Daya Saing Industri Otomotif Indonesia Menuju Era Otomotif 4.0 di Jakarta, Kamis (15/8).

Sakari Kuikka,General Manager Universal Robots, mengatakan potensi pasar Indonesia menjanjikan, karena rasio penggunaan robot di industri manufaktur Indonesia secara keseluruhan masih rendah. Rasionya, 5 robot per 10 ribu karyawan. Artinya 5 robot dioperasikan oleh 10 ribu karyawan. Sedangkan negara lain rasionya lebih tinggi, seperti Singapura yang memiliki rasio 658 robot per 10 ribu karyawan. Bahkan rata-rata dunia rasio penggunaan robotnya 85 per 10 ribu karyawan.

"Rasio penggunaan robot Malaysia dan Thailand lebih tinggi dibandingkan Indonesia, yakni 40-50 robot per 10 ribu karyawan. Negara lain, seperti Filipina dan India, berada satu level dengan Indonesia dengan rasio 3-4 robot per 10 ribu karyawan," ujarnya. [Dew/Idr]


Komentar