Indonesia Ditargetkan Bikin 2 Juta Sepeda Motor Listrik pada 2025 Share this
Berita Motor
Mode baca

Indonesia Ditargetkan Bikin 2 Juta Sepeda Motor Listrik pada 2025

Insan Akbar
pada 29 Agustus 2019

JAKARTA - Indonesia ditargetkan sudah mampu memproduksi 2 juta unit sepeda motor listrik pada 2025.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, melalui keterangan resmi Kementerian Perindustrian pada Kamis (29/8/2019),  menjelaskan bahwa pada 2025 total produksi sepeda motor di Indonesia diproyeksikan mencapai 10 juta unit atau naik 42,86 persen dari produksi saat ini yang mencapai 7 juta unit. Sebanyak 20 persen di antaranya, atau setara dengan 2 juta unit, rencananya dikontribusikan oleh ‘kuda besi’ bertenaga listrik.

Industri kendaraan listrik, baik roda dua maupun roda empat, memang diharapkan berkembang melalui insentif-insentif yang diberikan lewat Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019. Secara total, ada 17 insentif fiskal plus non-fiskal yang dihadiahkan kepada para pabrikan otomotif.

Ia menegaskan industri sepeda motor merupakan salah satu sektor manufaktur yang strategis dan mendapat prioritas pengembangan. Hal ini karena industri sepeda motor memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Di tengah perlambatan pasar sepeda motor global, industri sepeda motor nasional justru mengalami peningkatan dengan mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen pada semester pertama tahun 2019,” ujarnya.

Ekspor juga terus berkembang. Pada 2018, ada pertumbuhan 44,3 persen jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

“Angka tersebut menunjukkan bahwa industri sepeda motor Indonesia telah mencapai daya saing yang cukup baik untuk pasar lokal maupun global. Kami percaya bahwa produksi dan ekspor sepeda motor akan terus tumbuh pada tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Menteri dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu menegaskan penerbitan Perpres kendaraan listrik merupakan wujud konkret dari komitmen pemerintah dalam menjaga kemandirian energi nasional. Ini juga perwujudan komitmen yang telah disampaikan pada UN Climate Conference, COP 21 di Paris, yang mengharapkan Indonesia dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29% pada tahun 2030 tanpa bantuan internasional, dan 41% dengan bantuan internasional.

“Oleh karena itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terlaksananya berbagai pilot project atau studi bersama yang dapat memberikan perspektif tentang kendaaran listrik membuat hidup lebih mudah dan tentunya juga lebih efisien. Dan, yang terpenting adalah dalam implementasinya, biayanya bisa menjadi terjangkau bagi masyarakat,” paparnya.

Industri otomotif juga menjadi salah satu sektor yang didorong menuju teknologi Industri 4.0. Selain otomotif, ada empat industri lain yang diakselerasi ke arah sama yaitu makanan dan minuman, elektronik, tekstil dan pakaian, serta kimia. [Xan/Ari]


Komentar