iCar Asia Semakin Kokoh di Asia Tenggara Share this
Berita Mobil
Mode baca

iCar Asia Semakin Kokoh di Asia Tenggara

Adi Hidayat
pada 24 Februari 2020

KUALA LUMPUR - iCar Asia Limited (iCar Asia), network otomotif nomor 1 di ASEAN semakin menguasai pasar di ASEAN sesuai dengan Laporan Keuangan Tahunan 2019 yang telah dirilis.

Dalam laporan tersebut terlihat bahwa iCar Asia berhasil meningkatkan pendapatannya sebesar 28% bila dibandingkan tahun 2018 menjadi $14,8 juta. Icar Asia juga berhasil mengurangi biaya pengeluaran sehingga proforma kerugian EBITDA berkurang signifikan hingga 45% menjadi hanya $5,5 juta dari sebelumnya $5,5 juta di 2018.

Pada November 2019, iCar Asia telah mengumumkan bahwa mereka telah mencapai EBITDA positif secara group. Bisnis di Malaysia dan Thailand masing-masing telah berhasil meraih EBITDA positif sepanjang 2019 setelah pada 2018 mereka berhasil meraih breakeven EBITDA. Sementara Indonesia berhasil melanjutkan perfomanya dengan mengikuti inisiatif monetisasi di 2018 dengan mengurangi EBITDA sebesar 60%.

Integrasi bisnis Carmudi Indonesia yang telah diakuisisi oleh iCar Asia diharapkan akan rampung pada pertengahan tahun ini. Diharapkan setelah integrasi selesai dilakukan maka akan menghasilkan keuntungan.

Secara umum, iCar Asia telah menyelesaikan tahun 2019 dengan sangat baik di tiga negara. Bisnis Malaysia meraih milestone penting dengan meraih EBITDA setahun penuh dan meraih cashflow positif di 2019. Setelah EBITDA dan arus kas positif di bulan September 2018, Malaysia berhasil meraih EBITDA penuh di kuartal terakhir. Pada 2019, Malaysia berhasil meraih EBITDA penuh sebesar $ 1,6 juta, peningkatan luar biasa dari kerugian EBITDA sebesar $ 0,3 juta pada 2018.

Sementara bisnis di Thailand pun berhasil meraih tonggak penting di 2019 dengan meraih EBITDA dan cashflow positif sepanjang tahun finansial. Padahal di 2019 ada banyak tantangan seperti pemulihan umum dan Penobatan Raja. Tercatat, EBITDA untuk setahun penuh mencapai $ 0,2 juta, meningkat secara signifikan dari kerugian EBITDA sebesar $ 0,6 juta pada tahun 2018. Kemudian pendapatan tumbuh sebesar 7% meski ada perlambatan dan kegiatan bisnis.

Sedangkan bisnis di Indonesia meraih peningkatan pendapatan sebesar 69% yang didorong oleh berhasilnya strategi monetisasi di Mobil Bekas selama setahun penuh. Selain itu, Carmudi Indonesia juga memberi kontribusi sejak November 2019.

Pendapatan pada 2019 meningkat menjadi $ 1,9 juta dari $ 1,1 juta pada tahun 2018. Dan dengan pengendalian biaya sevara hati-hati, kerugian EBITDA tahun ini berhasil berkurang besar 42% menjadi hanya $ 1,4 juta dari $ 3,4 juta pada tahun 2018.

Untuk bisnis yang sebelumnya sudah berjalan pun juga berhasil meraih hasil positif. Jumlah akun berbayar meningkat 53% untuk Q4 2019 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah leads juga meningkat 9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan sebuah pencapaian positif meski pengunjung di Q4 lebih kecil dibanding tahun 2018.

Pada 12 November 2019, iCar Asia juga mengumumkan melakukan akuisisi Carmudi Indonesia. Dengan akuisisi ini maka Carmudi pun berkontribusi terhadap peningkatan 46% pengunjung Indonesia hingga total mencapai 5,3 juta unique visitor.

Bisnis iCar Asia di Indonesia yang kini semakin luas diperkirakan akan meningkatkan pendapatan Indonesia hingga dua kali lipat di masa depan. Dengan demikian, kontribusi binis Indonesia akan meningkat dari sebelumnya 12% menjadi 22%. Sinergi ini diharapkan bisa membuat Indonesia breakeven pada tahun 2020.

“2019 merupakan tahun yang penuh dengan pencapaian dimana iCar Asia berhasil meraih breakeven. Malaysia dan Thailand pun meraih EBITDA positif selama setahun penuh dan Indonesia berhasil mengurangi kerugian EBITDA secara signifikan. Kami juga telah menyelesaikan akuisisi Carmudi dan menempatkan kami di posisi lebih kuat untuk mengembangan pendapatan serta keuntungan di 2020,” tegas Hamish Stone, Managing Director and CEO of iCar Asia. [Adi/Idr]

 


Komentar