Hyundai Kona Hybrid Andalkan Torsi Besar Share this
Mobil Baru
Mode baca

Hyundai Kona Hybrid Andalkan Torsi Besar

Ary Dwinoviansyah
pada 07 Juni 2019

MILAN — Hyundai Kona Hybrid sudah mulai dijual di Italia dan akan sampai ke tangan konsumen pada September 2019 mendatang. 

SUV (sport utility vehicle) ini sepertinya bukti dari kesuksesan Hyundai Motor Company menyasar pasar Eropa. Pasalnya sejak meluncur pada 2017 silam, Hyundai Kona sudah terjual hingga 120.000 unit. Tak hanya itu, pihak pabrikan juga turut mendukung perkembangan teknologi mobil masa depan dengan merilis Hyundai Kona listrik di 2018. 

Guna melengkapinya, Hyundai pun turut menawarkan sebuah pilihan baru dari Kona bermesin hybrid ini. Pembangkit tenaga yang ditawarkan adalah mesin injeksi 4 silinder GDI 1.6 L bertenaga 105 hp dan torsi 147 Nm. Pasokan tenaga Hyundai Kona Hybrid juga bertambah dengan keberadaan motor listrik dan baterai lithium ion polimer berdaya 1,56 kWh. 

Baterai itu sendiri mampu mengeluar tenaga 43,5 hp dengan torsi 170 Nm. Jika digabungkan maka Hyundai Kona Hybrid mampu menyemburkan tenaga keseluruhan mencapai 141 hp dan torsi besar hingga 256 Nm. 

Belum lagi, SUV ini menyajikan perangkat terkini perihal konektivitas yaitu Hyundai Blue Link. Dengan teknologi tersebut, pemilik Hyundai Kona Hybrid dapat menyalakan atau mematikan mesin hanya dengan smartphone. Perangkat bantuan lainnya yakni sistem navigasi audio-video yang ditampilkan pada layar berukuran 10,25 inci. 

Perintah suara pun dapat dilakukan ketika pengemudi dengan pilihan 6 bahasa. Dengan fitur ini, pengemudi bisa mendapatkan informasi seperti kondisi lalu lintas, cuaca hingga tempat menarik sepanjang perjalanan. Kenyamanan juga ditingkatkan dengan ketersediaan fitur pemanas maupun pendingin jok elektrik baik pada jok depan maupun belakang. 

Namun, di balik itu semua Hyundai ingin menawarkan sebuah kendaraan efisien juga ramah lingkungan kepada konsumen di Eropa. Apalagi, Hyundai Kona memiliki teknologi Eco DAS (Eco-Driving Assist System) berkat adanya manajemen baterai prediktif. Dengan begitu, Hyundai Kona dapat mengoptimalkan efisiensi penggunaan baterai saat berkendara, baik menanjak maupun menurun. 

Cara kerja sistem tersebut adalah pengisian baterai saat di jalanan menanjak akan dikurangi. Pengisian ulang baterai akan dilakukan oleh mesin bakar. Sementara pada jalan menurun,  motor listrik melakukan intervensi untuk mengisi baterai.

Sayangnya, untuk saat ini Hyundai Kona Hybrid masih beredar di Eropa. Di Italia, Hyundai sudah meniagakannya dengan harga promo yaitu 23.550 Euro atau setara Rp 377 jutaan.

Apakah model ini juga akan masuk ke Indonesia? Mengingat Hyundai Kona bermesin konvensional juga sudah tersedia di sini. [Ary/Idr] 


Komentar