Huwaei Prediksi 10 Trend Telekomunikasi di Masa Depan Share this
Gadget
Mode baca

Huwaei Prediksi 10 Trend Telekomunikasi di Masa Depan

Denny Basudewa
pada 18 Februari 2020

Foto: Tren Telekomunikasi

SHENZEN – Huawei memprediksi 10 trend yang akan terjadi dalam dunia telekomunikasi pada 2025.

Perkembangan dunia telekomunikasi saat melaju sangat pesat. Setelah sukses dengan jaringan 4G, lalu teknologi berikutnya yakni 5G segera hadir. Ketika era 5G sudah dimulai, banyak yang harus menyesuaikan baik industri maupun infrastrukturnya.

Berikut hasil prediksi dunia telekomunikasi hingga 5 tahun ke depan oleh Huawei:

1. Digitalisasi Energi

Dengan dimulainya era 5G, jumlah situs akan meningkat tajam dan semakin kompleks. Poin kunci dari era ini adalah 90 persen situs akan mencapai digitalisasi energi pada 2025. Hal ini memudahkan operator membangun jaringan penggerak yang lebih sederhana, ramah lingkungan dan otonom.

2. Meningkatnya Energi Terbarukan

Guna mengatasi perubahan iklim dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, banyak operator global mengadopsi strategi untuk menghemat bahan bakar, perawatan lebih rendah dan pembangunan berkelanjutan. Meski akan membutuhkan investasi awal yang tinggi, namun secara bertahap teknologi ini lebih disukai oleh operator.

3. Mengganti Baterai Timbal dengan Lithium

Dengan hadirnya 5G, konsumsi daya situs meningkat dua kali lipat. Hal ini membutuhkan sistem penyimpanan energi dengan kepadatan lebih tinggi. Untuk mendukungnya dibutuhkan baterai lithium merupakan pilihan yang sempurna. Dibandingkan dengan teknologi sebelumnya baterai lithium memiliki umur lebih panjang.

4. Energi Telekomunikasi akan Menembus berbagai Industri dengan 5G

Era 5G akan membawa perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang transportasi, tenaga listrik, perguruan tinggi, rumah sakit dan masyarakat lebih tercukupi kebutuhannya. Berbagai skenario aplikasi membutuhkan solusi energi telekomunikasi yang fleksibel dan beragam.

5. Konvergensi Power Supply ICT

Semakin populernya jaringan 5G, memungkinkan masyarakat mendapat infomatisasi dan integrasi AI ke setiap aspek masyarakat. Perusahaan IT sudah mulai menggunakan jaringan komunikasi CT untuk mengembangkan berbagai aplikasi. Transformasi membutuhkan power supply, daya cadangan, manajemen panas, ruang dan kabel, intinya IT dan CT akan menghadapi tantangan baru.

6. Kolaborasi AI (Artificial Intelligence)

Peralihan 5G akan menyebabkan tingginya biaya energi dan Operation and Maintenance. Kolaborasi AI akan sangat penting untuk menyelesaikan masalah ini. Penerapan kolaborasi AI dalam dunia telekomunikasi, mencakup pemodelan algoritma AI untuk mengotimalkan konfigurasi.

7. Full-Stack yang Disempurnakan

Pada masa depan, koneksi akan ada di mana-mana, semakin banyak spektrum yang digunakan dan situs akan dibangun lebih padat. Dengan memanfaatkan jaringan yang lebih banyak, akan membuatnya lebih sederhana lagi.

8. Arsitektur multi-pola

Selama ini dikatakan sebagian besar power supply tidak mendukung input atau output multi-pola. Dengan arsitektur multi-pola, kepadatan dan efisiensi sistem lebih terjaga. Selain itu penyebarannya juga lebih sederhana.

9. Efisiensi Tinggi

Seperti telah disinggung di atas, dengan adanya jaringan 5G maka yang sudah pasti dihasilkan adalah efisiensi tinggi. Operator akan lebih memperhatikan peningkatan efisiensi energi di tingkat situs dan jaringan. Solusi pertukaran panas yang efisien dan solusi pembuangan panas alami akan menggantikan AC.

10. Kepercayaan

AI mendorong energi telekomunikasi untuk berkembang dari lokasi yang terisolasi ke jaringan energi. Pasokan daya yang beragam dan persyaratan cadangan, skenario penyebaran yang kompleks dan lingkungan jaringan digital akan menimbulkan persyaratan kepercayaan. Dew/Idr]


Komentar