Honda Super Cub C125 Ikut Melantai di Jerman dan Paris Share this
Motor Konsep
Mode baca

Honda Super Cub C125 Ikut Melantai di Jerman dan Paris

Ary Dwinoviansyah
pada 04 Oktober 2018

COLOGNE - Honda Super Cub C125 ambil bagian pada keikutsertaan Honda di ajang Intermot dan Paris Motor Show 2018.

Setelah Jepang dan Indonesia, Honda Super Cub C125 akhirnya tiba di benua Eropa. Tak tanggung, motor bebek retro ini akan dipamerkan secara beruntun di event yang berlokasi di Jerman dan Prancis tersebut.

Keberadaan Honda Super Cub C125 ini menjadi istimewa karena tahun ini motor tersebut memasuki usia ke-60 tahun. Sayang, mereka tak memboyong Honda Super Cub110 edisi 60th Anniversary ke pameran otomotif itu.

Meski dibalut sajian klasik, motor ini ini tetap mengedepankan teknologi baru. Sebut saja sistem penerangan LED, mesin injeksi 125 cc dan paling kentara adalah aplikasi smart key system. Kabarnya, Honda Super Cub C125 sudah tersedia di jaringan penjualan Honda di kedua negara tersebut pada musim gugur nanti. Namun, mereka belum menyebutkan harga jual di Jerman maupun Prancis.

Selain motor ikonik tersebut, Honda juga menyajikan sebuah motor konsep bernama Neo Sport Cafe. Dari segi tampilan, Pihak R&D Honda di Roma selaku kreator jelas ingin mengejar nuansa retro-modern. Hal ini cukup wajar lantaran desain tersebut memang tengah digandrungi. Sebut saja BMW R Nine T, Ducati Scrambler hingga yang terbaru adalah Indian FTR 1200.

Hadirnya Honda Neo Sport Cafe ini juga senada dengan Honda CB125R, CB300R dan CB1000R yang sempat hadir dengan wajah senada. Satu jagoan lagi dari mereka adalah Honda Africa Twin. Pada pameran tersebut, Honda merilis warna baru dari petarung alam liarnya tersebut.

Honda Twin Africa sekarang hadir dengan tiga pilihan warna yaitu matt black, konsep tricolor klasik dan tricolor dengan dominasi warna biru. Ketiga pilihan ini juga sekarang sudah memakai velg berwarna gold, dibuat senada dengan fork Showa andalan sang kuda besi. [Ary/Ari]

Lebih lanjut di Otospirit
Honda Super Cub C125 Ikut Melantai di Jerman dan Paris


Komentar