Honda Selamatkan Bisnis Otomotif Grup Astra Share this
Motor Baru
Mode baca

Honda Selamatkan Bisnis Otomotif Grup Astra

Insan Akbar
pada 29 Oktober 2018

JAKARTA – Honda menjadi penyelamat bisnis otomotif PT. Astra International (Grup Astra). Berkat torehan positif penjualan sepeda motor Honda, laba bersih Grup Astra dari bisnis otomotif pada Januari – September 2018 meningkat meski penjualan mobil mereka turun.

Laba bersih bisnis otomotif Grup Astra, menurut Laporan Keuangan Astra Kuartal III 2018 yang diterima Otospirit.com pada Senin (29/10/2018), berjumlah Rp 7,013 triliun pada sembilan bulan pertama 2018. Terjadi peningkatan 7 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year) yang berjumlah Rp 6,579 triliun.

Pemicu utama peningkatan profit adalah peningkatan transaksi jual-beli sepeda motor Honda sebanyak 9 persen year on year, menjadi 3,5 juta unit. Dengan pertumbuhan pasar ‘kuda besi’ nasional yang juga 9 persen, pangsa pasar Honda stabil di 75 persen.

Honda sendiri meluncurkan lima model baru serta 16 model revamped hingga September kemarin.

Nasib berbeda dialami bisnis mobil baru Grup Astra. Merek-merek yang ditangani Grup yakni Toyota, Daihatsu, Isuzu dan Peugeot secara akumulatif membukukan penjualan 424 ribu unit atau turun 4 persen year on year.

Padahal, pasar mobil nasional tumbuh 7 persen menjadi 857 ribu unit. Tak heran, pangsa pasar Grup Astra di sektor roda empat pun turun dari 55 persen menjadi 50 persen.

Keempat merek mobil yang dibawahi Grup Astra mengaspalkan 17 model baru plus enam model revamped.

Bisnis komponen otomotif Grup Astra, yang diwakili PT. Astra Otoparts (AOP), turut menunjukkan perkembangan positif. Laba bersih AOP naik 12 persen year on year menjadi Rp 414 miliar, disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari meningkatnya kinerja penjualan pasar pabrikan otomotif (Original Equipment Manufacture/OEM) serta pasar suku cadang pengganti (Replacement Marke/REM).

Adapun pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra Januari – September 2018 dari tujuh lini bisnis mereka (otomotif, jasa keuangan, alat berat pertambangan konstruksi energi, agribisnis, infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, properti) mencapai Rp 174,9 triliun atau meningkat 16 persen year on year. Laba bersih Grup meningkat 21 persen year on year menjadi Rp 17,073 triliun. Laba bersih per saham  naik 21 persen menjadi Rp 422.

“Kami berharap Grup akan mencapai kinerja tahunan yang baik, meskipun persaingan yang sengit di pasar mobil serta pelemahan harga minyak kelapa sawit masih tetap diwaspadai,” kata Prijono Sugiarto, Presiden Direktur Grup Astra. [Xan/Ari]


Komentar