Honda Panggil 26 Pebisnis Muda Tanah Air Share this
Berita Motor
Mode baca

Honda Panggil 26 Pebisnis Muda Tanah Air

Denny Basudewa
pada 21 Juli 2017

Foto: Enterpreneur muda tengah presentasi

JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) memanggil 26 pebisnis atau enterpreneur muda untuk mewujudkan mimpinya.

Guna mempersiapkan generasi muda mandiri di bidang wirausaha, AHM mengajak generasi muda tersebut, untuk berkompetisi dalam event Astra Honda Motor Best Student (AHMBS) 2017 pada 25-28 Juli 2017. 26 remaja pilihan ini merupakan hasil seleksi dari 598 siswa cerdas dan kreatif tingkat SMA dari seluruh Indonesia, khususnya yang sudah menjalankan bisnis di tengah masyarakat.

AHMBS ke-15 ini mengangkat tema “The Young Smart Enterpreneur”. Program ini sendiri merupakan kontribusi Honda, dalam menemani masyarakat dalam mewujudkan mimpi memiliki generasi muda kreatif dan cerdas.

Sejak Maret hingga Juli, AHM bersama jaringan main dealernya di seluruh Indonesia menseleksi siswa terbaik setingkat SMA yang menjalankan usahanya sendiri. Sebanyak 598 siswa dari 255 sekolah, turut berkompetisi dalam seleksi ketat di daerah, hingga terpilih 26 siswa terbaik untuk mewakili daerahnya di Jakarta.

Kualitas siswa sebagai enterpreneur, tetap memperhatikan prestasi akademis di sekolah dan menjadi prioritas dalam penilaian. Sehingga hanya siswa terbaik yang mendapatkan kesempatan menuju final di Jakarta.

Kualitas siswa wakil dari daerah dijaga dengan menggunakan kriteria penilaian yang disusun bersama AHM, bersama tim kampus bisnis bergengsi PPM Management Jakarta. Penilaian disusun secara komprehensif, dengan memperhatikan kemampuan peserta dalam menyusun sistematika proposal model bisnis yang jelas dan terperinci.

Karya bisnis diukur melalui tingkat kebaruan ide, produk yang ditawarkan, peningkatan kualitas yang konsisten dilakukan, serta kreativitas dalam menawarkan produk di pasar. Kualitas sebagai pelaku bisnis sejati bagi pelajar, juga diuji melalui kriteria pencapaian bisnis yang tercermin dari nilai penjualan, biaya, dan keuntungan yang dihasilkan.

Penjurian tetap memperhatikan dampak bisnis bagi masyarakat, strategi bisnis, analisa pasar, analisa persaingan usaha, pengelolaan hubungan dengan pelanggan, serta kemampuan dalam mengelola bisnisnya dari aspek pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia.

“Kami berharap program AHMBS tahun ini dapat memberikan inspirasi bahwa wirausaha, dan bisa dijalankan sejak dini tanpa meninggalkan kewajibannya sebagai pelajar. Dengan lahirnya enterprenur-enterpreneur muda dari seluruh Indonesia ini, kami meyakini ekonomi Indonesia di masa depan akan semakin kokoh, dengan pertumbuhan yang ditopang oleh sektor informal yang kuat,” ujar Ahmad Muhibbuddin, Deputy Head of Corporate Communication. [Dew/Ikh]


Komentar