Honda Indonesia Ingin Pembalap Binaan Mereka Berlaga di MotoGP Share this
MotoGP
Mode baca

Honda Indonesia Ingin Pembalap Binaan Mereka Berlaga di MotoGP

Insan Akbar
pada 13 Februari 2019

BANDUNG – Honda mengaku bercita-cita membawa pembalap Indonesia binaan mereka di dalam Astra Honda Racing Team bisa terus naik level dan berlaga di tingkat tertinggi yaitu MotoGP.

Toshiyuki Inuma, Presiden Direktur PT. Astra Honda Motor (AHM), menjelaskan bahwa salah satu semangat terbesar mereka saat ini adalah mewujudkan mimpi generasi muda Indonesia. Semangat ini diwujudkan selama tujuh tahun terakhir dengan mendukung pembalap-pebalap muda bertalenta untuk berkompetisi di ajang balap tingkat Asia hingga Eropa.

Hasil tertingginya saat ini adalah naik tingkatnya pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Dimas Ekky ke Grand Prix Moto2 yang satu tingkat di bawah MotoGP. Menurut Inuma, ia berada di sana karena diminta bergabung oleh Idemitsu Honda Team Asia.

“Pencapaian ini membuat kami semakin antusias untuk membina lebih banyak lagi pembalap Indonesia untuk mencapai mimpi tertinggi mereka hingga ke Grand Prix MotoGP. Kami memahami hal ini tidaklah mudah, namun kami yakin banyak potensi pembalap muda Indonesia yang siap berjuang bersama dalam mewujudkan mimpi,” ucap Inuma dalam konferensi pers perkenalan AHRT 2019 di Bandung, Jawa Barat pada akhir pekan lalu.

Di bawah Dimas Ekky saat ini sudah ada Gerry Salim yang segera mengikuti CEV Moto2 European Championship. Setelah itu, pebalap 15 tahun Mario Suryo Aji juga mulai mencicipi Eropa di ajang CEV Moto3 Junior World Championship.

“Saat ini kami memiliki banyak pembalap muda dan berbakat. Para pembalap ini akan menunjukkan performa terbaik mereka dalam balapan Thailand Talent Cup, Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship, Suzuka Endurance Race, hingga balapan di Eropa dengan kompetisi sangat ketat pada CEV International Championship,” papar Inuma.

Astra Honda Racing School
Johannes Loman, Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM, menerangkan mereka sangat serius menggarap pondasi awal pembinaan balap berjenjang lewat Astra Honda Racing School (AHRS). Tahapan ini memainkan peranan penting untuk mencetak bukan hanya pembalap bagus namun hebat yang kelak mampu bersaing di mancanegara.

Sebagai informasi, AHRS berdiri sejak 2010. Mereka menyeleksi dan mendidik pembalap sejak usia di bawah 14 tahun.

Pembalap-pembalap cilik ini sekarang belajar dengan menunggangi Honda NSF100. Mereka diajari berbagai aspek dari mulai teknik, komunikasi dengan anggota tim, hingga diberikan motor dengan teknologi mesin sesuai. Honda juga berperan aktif mendukung berbagai ajang balap tingkat nasional.

Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran AHM, mengatakan AHRS memiliki tiga pilar.

“Pertama adalah menyiapkan para pembalap muda melalui seleksi dan rekrutmen yang dilakukan dalam  penjejakan awal melalui AHRS. Kemudian, setelah disiapkan, tentu ada pembinaan berjenjang dan bertahap. Mulai di kelas nasional, Asia, kemudian Eropa. Ketiga, kami ingin perkuat pembalap-pembalap muda ini. Kalau bisa masuk ke MotoGP ini tentunya adalah hasil pembinaan kita yang berjenjang,” tandasnya. [Xan/Ari]


Komentar