GM Bantu China Kembangkan Teknologi Mobil Berbicara Share this

GM Bantu China Kembangkan Teknologi Mobil Berbicara

Muhammad Ikhsan
oleh Muhammad Ikhsan
pada 01 Desember 2015

BEIJING - Pemerintah China meminta saran produsen mobil asal Amerika Serikat General Motors (GM) soal mobil 'berkomunikasi' dengan mobil lain apakah bisa diterapkan di jalanan China.

Sebab, pemerintah China menilai GM adalah produsen yang mampu menerapkan teknologi komunikasi V2V(Vehicle to Vehicle) dan V2I(Vehicle to Infrastructure).

Harapan China dalam menerapkan teknologi tersebut bisa membuat kondisi jalan di China semakin kondusif. Sebab China salah satu pasar otomotif terbesar di dunia yang diprediksi jalanannya akan semerawut jika tidak menerapkan teknologi masa depan tersebut.

GM mengandalkan teknologi dedicated short range communications (DSRC) bisa secara masif digunakan oleh masyarakat di negara berjuluk negeri Tirai Bambu tersebut.

"Untuk bergerak menuju teknologi V2V, adalah terpenting bagi China di masa depan yang menghubungkan mobil satu sama lain," kata Hariharan Krishnan, GM Global R&D Electrical & Controls Research Technical Fellow dalam keterangan resmi.

Teknologi ini diakui memungkinkan mobil-mobil di jalan dapat saling bertukar informasi secara nirkabel, sehingga menciptakan kondisi aman dan nyaman di jalan raya.

Cara kerja teknologi ini dibantu dengan beragam sensor yang menyesuaikan kondisi jalan. Teknologi ini menjanjikan keselamatan dan keamanan tinggi. Bahkan lebih dari 90 persen pengemudi di AS telah menyatakan keinginan untuk menggunakan kendaraan yang telah dilengkapi dengan sistem V2V. [Ikh/Idr]


Komentar