Geliat Modifikasi Mobil Jelang Lebaran 2019 Share this
Modifikasi
Mode baca

Geliat Modifikasi Mobil Jelang Lebaran 2019

Denny Basudewa
pada 27 Mei 2019

Foto: modifikasi mobil

JAKARTA – Pengusaha aftermarket dan rumah modifikasi kebanjiran pesanan jelang lebaran 2019.

Hari raya Idul Fitri bagi sebagian orang identik dengan sesuatu yang baru. Tidak hanya baju baru, beberapa orang juga mempercantik tampilan rumah mereka. Lebih jauh, jelang hari raya ada sebagian orang yang memodifikasi tunggangan agar tampil beda.

Hal ini bisa dilihat dari banyaknya calon konsumen yang melakukan sentuhan untuk sekedar mempercantik tampilan kendaraannya. Terlihat di kawasan Mega Glodok Kemayoran (MGK) Jakarta Pusat, lantai 5 yang merupakan salah satu sentra otomotif terkemuka di Jakarta.

Di tempat yang menawarkan ragam aksesoris hingga spare parts mobil tersebut, mulai ramai disambangi oleh para pelanggannya jelang hari raya Idul Fitri 2019. Berbagai gaya modifikasi dilakukan baik pada eksterior hingga interior, sehingga membuat tampilan kendaraannya lebih enak dilihat dan nyaman digunakan.

“Tahun ini memang lebih ramai daripada sebelumnya. Bisa dilihat semua (outlet) ramai didatangi, baik yang hanya melakukan perbaikan ringan, pasang akesori sampai pasang stiker,” ujar Imam punggawa Pacman Stiker yang beralamat di Blok E8 No 1, MGK (27/05/2019).

Tidak hanya mobil bekas, mobil keluaran paling baru juga ikut diberikan sentuhan modifikasi. Terlihat 1 unit all-new Nissan Livina tengah bersiap untuk melakukan modifikasi pada interior. Pemiliknya mengganti jok bawaan pabrik yang berbahan fabric dengan material kulit sintetis.

Momen Lebaran memang kerap menjadi berkah bagi semua kalangan. Tujuannya kurang lebih agar tunggangan menjadi lebih nyaman dikendarai dan menjadi lebih nikmat dipandang. Terutama bagi kendaraan yang hendak dipakai mudik ke kampung halaman.

Tarif lebih mahal

Dalam melakukan sentuhan pada kendaraan jelang hari raya, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Hal ini dikarenakan banyak konsumen yang ingin mobilnya selesai tepat waktu. Mereka ingin tunggangannya sudah rapih dan bisa digunakan pada hari raya.

“Sebenarnya setiap tahun kami menaikkan harga jelang Lebaran seperti ini. Karena konsumen yang masuk cukup banyak tapi mereka ingin kendaraannya selesai lebih cepat. Kenaikan tarif biasanya hanya terjadi pada jelang Lebaran saja, setelahnya normal lagi, itung-itung memberi THR buat tukangnya,” ujar Galih di tempat yang sama. [Dew/Idr]


Komentar