Gawat, Peluncuran Motor Listrik Gesits Mundur Share this
Berita Motor
Mode baca

Gawat, Peluncuran Motor Listrik Gesits Mundur

Insan Akbar
pada 07 Agustus 2018

Foto: Motor Listrik Gesits (Foto: Ikhsan)

BOGOR – Motor listrik Gesits ditargetkan meluncur pada September 2018 atau molor sebulan dari rencana semula. Produksi massalnya sendiri direncanakan berlangsung beberapa bulan kemudian.

Harun Sjech, Chief Executive Officer (CEO) PT. Gesits Technologies Indo (GTI), mengatakan Gesits direncanakan meluncur pada September mendatang. Sebagai informasi, awalnya GTI berniat mengaspalkannya pada 17 Agustus 2018, bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Indonesia ke-73.

Harun, melalui pernyataan resmi yang diterima Otospirit.com, menjelaskan bahwa perakitan massal Gesit akan dilakukan pada November. Kapasitas produksi awalnya sendiri 50 ribu unit per tahun.

“Untuk sementara produksi akan difokuskan untuk memenuhi permintaan dari perusahaan-perusahaan dan publik yang telah masuk dalam daftar pesanan. Setalah itu, pabrik akan kami kembangkan agar bisa memenuhi permintaan masyarakat lainnya,” ujar dia di sela-sela kunjungan Mohamad Nasir, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) ke pabrik PT. Wijaya Karya (Wika) Industri dan Konstruksi pada akhir pekan kemarin di Cileungsi, Bogor.

Sebagai informasi, Gesits merupakan motor listrik hasil kolaborasi antara Garansindo Group sebagai induk perusahaan dari GTI dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Adapun perakitannya diserahkan pada Badan Usaha Milik Negara Wika Industri dan Konstruksi.

GTI menargetkan harga jualnya nanti di bawah Rp 20 juta, tepatnya antara Rp 15 - 17 juta.

Gesits merupakan ‘kuda besi’ listrik murni yang mengandalkan baterai lithum-ion. Untuk pengisian ulang baterai berteknologi canggih ini, para penggunanya bisa mencari Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)  yang saat ini terus diperbanyak jumlahnya. Para konsumen Gesits bisa pula menukarnya dengan baterai yang telah terisi di gerai-gerai penukaran yang akan disebar secara luas di tengah masyarakat.

Di dalam kunjungannya, Menristekdikti mendengar laporan perkembangan dan rencana perakitan dari tim Gesits, termasuk melihat pengujian perangkat-perangkat teknologi dan berbagai komponen yang telah diciptakan. Menristekdikti juga menyampaikan akan berkoordinasi dengan kementerian-kementerian lain, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN), Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, dan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk mendukung penuh Gesits. [Xan/Ari]


Komentar