Test Ride Yamaha E-Vino: Hening dan Ramah Lingkungan

JAKARTA – Yamaha Indonesia menghadirkan sepedamotor listrik E-Vino dalam rangka markel trial.

Iini sebagai langkah Yamaha dalam tahap penelitian dan pengembangan motor listrik di Indonesia. Yamaha melibatkan empat institusi di antaranya Kebun Raya Bogor, Universitas Pelita Harapan (UPH), PT. Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia dan The Breeze BSD.

Yamaha sendiri bukan pemain baru di segmen kendaraan listrik. Sejarah awal kendaraan listrik Yamaha sendiri dimulai pada 1993. Saat itu Yamaha Motor mulai memasarkan sistem Electrical Support Bicycle pertama yaitu Yamaha PAS (Power Assist System).

Skutik Yamaha E-Vino sudah diproduksi dan dijual di Taiwan sejak 2014 dan Jepang pada 2015. Motor ini berdimensi panjang 1.675mm, lebar 660mm dan tinggi 1.005mm dengan ketinggian jok dari aspal 715mm.

Yamaha E-Vino menggunakan motor listrik dipadukan dukungan baterai lithium-ion 50V-12Ah. Konsepnya plug and play, jadi baterai bisa charge di instalasi listrik rumah 110/220V.

skutik bisa bergerak sejauh 30 km dengan satu kali charge sampai baterai terisi penuh sekitar 3 jam lamanya. Di bawah jok tersimpan dua baterai, satu untuk suplai tenaga ke motor listrik, sementara satunya sebagai cadangan.

Yamaha E-Vino menyimpan motor listrik bertenaga 1,2 kW atau setara 1,6 Ps dan torsi puncak 7,8 Nm. Ada dua mode berkendara yaitu smooth dan boost. Mode boost bisa diaktifkan dengan menekan tombol pada batang kemudi sebelah kanan. Otomatis akselerasi motor bertambah karena roda belakang mendapat asupan tenaga lebih.

Namun mode boost ada konsekuensinya, yaitu daya baterai lebih cepat terkuras. Yamaha E-Vino mengandalkan sistem rem tromol di roda depan dan belakang. Lingkar rodanya sendiri berukuran 10″ dibalut ban ukuran 90/90 di depan dan belakang. [Amo/Ikh]