Gaikindo Pandang Supercar Sebelah Mata Share this
Berita Mobil
Mode baca

Gaikindo Pandang Supercar Sebelah Mata

Krisna Arie
pada 07 Februari 2018

JAKARTA - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pandangan sebelah mata mobil-mobil sportscar hingga supercar karena volume penjualannya sangat kecil.

Punya mobil kelas sportscar, supercar hingga hypercar atau akrab disebut mobil kelas dewa pasti menjadi impian hampir semua car enthusiast. Namun hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mewujudkan mimpinya, harga selangit sudah barang tentu menjadi tembok pembatas antara realita dan mimpi.

Di Indonesia mobil kelas ini belakangan makin marak. Perkumpulan atau klub-klub yang biasanya diisi oleh kalangan jetset dari beragam profesi seperti selebriti, pengusaha, pengacara dan lainnya tumbuh baik khusus satu model tertentu maupun campuran dari beragam brand.

Hanya saja sampai saat ini, di Indonesia penjualan supercar dan sejenisnya tergolong kecil. Jumlahnya kurang seksi untuk menjadi perhatian pengurus Gaikindo.

"Di sini pasarnya sangat kecil, jadi kami tidak terlalu perhatikan. Dibandingkan dengan total penjualan 2017 yang mencapai 1.080 juta penjualan segment ini sangat kecil, hampir tidak ada artinya," ujar Rizwan Alamsjah, Ketua 3 Gaikindo sekaligus ketua penyelenggara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018.

Di GIIAS 2018 sendiri nantinya sama seperti penyelenggaran pameran sebelumnya, brand-brand papan atas atau kelas premium memang hanya diramaikan oleh beberapa brand utama saja. Di antaranya adalah Porsche, Audi, BMW, Mercedes-Benz dan lexus.

Anda dipastikan tidak akan melihat brand-brand mobil eksotis ternama seperti Ferrari, Lamborghini, Aston Martin, Bentley, Maserati hingga Rolls-Royce di setiap pameran GIIAS. Karena selain rata-rata bukan anggota Gaikindo, mungkin segment pameran otomotif terbesar di Indonesia ini tidak cocok dengan brand mereka.

Atau alasan lain sepertinya pada budget sebagai exhibitor. Dengan jumlah penjualan terbatas, APM supercar dan kroni-kroninya mungkin merasa tidak melihat adanya keuntungan di sana. [Ari]


Komentar