Ekspor Toyota Masih Perkasa di Tengah Gelombang Persaingan Share this
Berita Mobil
Mode baca

Ekspor Toyota Masih Perkasa di Tengah Gelombang Persaingan

Denny Basudewa
pada 21 Oktober 2019

Foto: Ekspor Toyota

JAKARTA – Toyota Indonesia mencatatkan raihan positif dalam urusan ekspor kendaraan ke beberapa negara tujuan.

Produk ekspor 9 model kendaraan utuh (Complete Built Up/ CBU) bermerek Toyota yang dimanufaktur di fasilitas produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Astra Daihatsu Motor (ADM) yaitu Fortuner, Innova, Vios, Yaris, Sienta, Rush, Avanza, Agya dan Townace/Liteace.

Sepanjang tahun 2019 hingga bulan September tercatat sebanyak 158,700 unit kendaraan diekspor atau meningkat tipis sebesar 3 persen, dibandingkan capaian tahun lalu dengan periode yang sama dengan jumlah 154,600 unit.

Capaian tersebut tidak lain didukung oleh jalan panjang pengalaman brand Toyota, dalam mempertahankan bahkan meningkatkan performa ekspor untuk bisa menembus pasar global selama lebih dari 30 tahun.

“Selama lebih dari 30 tahun, brand Toyota diuji untuk menghadapi berbagai macam kondisi global, untuk tetap bisa menghadirkan senyuman bagi pelanggan, serta turut andil dalam memberikan sumbangsih bagi perekonomian negeri ini. Naik turun kinerja ekspor telah kami alami sehingga menjadi pelajaran berharga dalam menyusun langkah-langkah strategis berikutnya,” ungkap Warih Andang Tjahjono Presiden Direktur TMMIN.

Toyota telah memulai kegiatan ekspor di tahun 1987, dengan mengirim Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) ke negara-negara di kawasan Asia. Momentum terbaik kegiatan ekspor Toyota dimulai sejak berjalannya proyek Innovative International Multi-purpose Vehicle (IMV) di tahun 2004.

Posisi strategis sebagai salah satu basis produksi Kijang Innova dan Fortuner di kawasan Asia-Pasifik, memberikan peluang yang besar bagi Toyota Indonesia, untuk memperluas penetrasi ke pasar global selain memenuhi kebutuhan pasar domestik.

Selain mengekspor kendaraan utuh, sepanjang bulan Januari hingga September 2019, Toyota juga mengapalkan kendaraan terurai (Complete Knock Down/CKD) sebanyak 34,300 unit, mesin utuh tipe TR dan NR baik yang berbasis bahan bakar bensin, maupun etanol sebanyak 93.100 unit serta komponen kendaraan sebanyak 73,8 juta buah. Sebanyak lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Pasifik, Timur Tengah, Amerika Tegah dan Selatan serta Afrika menjadi destinasi ekspor Toyota.

“Kami memandang bahwa investasi yang berorientasi ekspor harus terus didorong, terlebih bagi industri dengan produk ekspor berteknologi tinggi atau bernilai tambah. Pengalaman selama 30 tahun dalam merambah pasar global membentuk DNA, serta mentalitas Toyota dan grupnya di Indonesia untuk menghadirkan produk yang berorientasi ekspor,” imbuh Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN. [Dew/Idr]


Komentar