Ekspor Suzuki Tumbuh, Ertiga dan Carry Jadi Kontributor Utama Share this
Berita Mobil
Mode baca

Ekspor Suzuki Tumbuh, Ertiga dan Carry Jadi Kontributor Utama

Indra Prabowo
pada 21 Juni 2020

Foto: SUZUKI ERTIGA

JAKARTA – Ekspor Suzuki Indonesia selama lima bulan pertama 2020 berhasil mengukir pertumbuhan. Padahal, sejak awal tahun ini dunia berstatus pandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Ekspor mobil Completely Built Up (CBU) PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) tumbuh 22% dibanding tahun sebelumnya sepanjang Januari-Mei 2020 ekspor.

Suzuki Ertiga mendominasi ekspor Suzuki Indonesia selama periode Januari sampai Mei 2020. Ertiga dikapalkan sebanyak 7.880 unit. Peningkatan ekspor juga didukung oleh kontribusi new Suzuki Carry sebanyak 3.339 unit. Suzuki XL7 dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit. Pada 2020, Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia.

SUZUKI CARRY

“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22%. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif. All-new Ertiga dan new Carry masih menjadi model-model yang memberikan kontribusi tertinggi, disusul XL7 yang mendorong ekspor Suzuki tumbuh secara positif,” terang Aris Yuliyantoro, Assistant Department Head Production Planning Control PT Suzuki Indomobil Motor.

Data dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menyatakan bahwa ekspor kendaraan roda-empat CBU di Indonesia selama kuartal 1 2020 mencapai 87.879 unit.

Selama masa PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang diterapkan di beanyak daerah di Indonesia dari Maret-Mei 2020, membuat Suzuki menghentikan produksi kendaraan di pabrik-pabriknya di Indonesia. Namun, Sejak akhir Mei 2020 pabrik-pabrik Suzuki kembali beroperasi.

“Peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik. Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah,” imbuh Aris.

Sementara di pasar domestic, penjualan Suzuki secara retail dari Januari – Mei 2020 membukukan 30.330 unit. Pada Januari 2020, penjualan Suzuki 10,120 kendaraan, Februari 8,144 unit, Maret 7,161 unit, April 2,700 unit, dan Mei 2,205 unit. Data penjualan tesebut berbasis dari GAIKINDO.

Aris berharap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia. [Idr]


Komentar