Donald Trump "Sentil" Peredaran Mobil Jerman di AS Share this
Berita Mobil
Mode baca

Donald Trump "Sentil" Peredaran Mobil Jerman di AS

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 19 Juni 2018

PULAU SENTOSA - Donald Trump, Presiden Amerika Serikat mengkritik banyaknya peredaran mobil Jerman di negaranya.

Pertemuan antara Trumph dan Kim Jong-un, Presiden Korea Utara di Singapura beberapa waktu lalu menjadi titik terang perdamaian antar kedua negara. Namun, sepertinya memicu gesekan dengan negara lain utamanya Jerman terkait mobil-mobil buatan mereka.

Usai KTT G7 yang salah satunya membahas tentang perdangan bebas, Trump menyebarkan pernyataan kontroversi dari sektor otomotif. Produsen mobil Jerman diklaimya menjadikan Amerika Serikat sebagai celengan uang lantaran banyaknya mobil-mobil Jerman di Amerika Serikat.

"Uni Eropa tidak mengambil banyak dari apa yang kami miliki. Namun, mereka mengirim Mercedes, BMW dengan jumlah jutaan. Ini sangat tidak adil bagi pekerja kami dan saya akan meluruskannya," kata Trump dari kutipan CNN Money.

Ia memang tidak mengungkap secara jelas maksud tersebut. Akan tetapi, sepertinya akan ada pergerakan yang membatasi impor mobil Jerman ke Amerika. Padahal, unitnya sudah diproduksi di dalam negeri.

"Jumlah total mobil yang diproduksi brand Jerman di Amerika Serikat meningkat dari 180 ribu (2013) menjadi 804 ribu. Data dari asosiasi pembuat mobil Jerman itu mengatakan setengahnya bahkan diekspor ke pasar Eropa dan Asia," tulis sumber di atas.

Menurut asosiasi itu, semua brand Jerman sudah memiliki pabrik di AS dan menggunakan bahan-bahan serta pekerja asal negeri Paman Sam. Artinya, soal impor yang terlalu besar itu sangat tidak signifikan.

Dengan kondisi seperti itu, tentu akan berat bagi Trump menutup pabrik mobil Jerman di Amerika Serikat. Apakah solusinya adalah menaikan tarif impor? Tunggu kabar selanjutnya. [Ary/Ari]


Komentar