Ditemukan, Penyebab Kecelakaan Lebih Bahaya dari Ganja dan Alkohol Share this
Berita Mobil
Mode baca

Ditemukan, Penyebab Kecelakaan Lebih Bahaya dari Ganja dan Alkohol

Denny Basudewa
pada 20 Maret 2020

Foto: Penyebab kecelakaan

LONDON – IAM RoadSmart memaparkan hasil penelitian yang mencengangkan baru-baru ini. Organisasi non-profit asal Inggris tersebut melakukan studi penyebab kecelakaan di jalan raya, khususnya bagi pengendara mobil.

Teknologi dewasa ini yang semakin canggih, membuat pengendara lebih nyaman saat mengemudi. Namun di balik kenyamanan yang ditawarkan, tersingkap bahaya yang mengancam para pengendara hingga pengguna jalan lain. Mobil-mobil modern yang menawarkan sistem hiburan dalam kendaraan yang mewah, mampu membuai pengendara untuk mengalihkan perhatian dari jalan.

Hasil dari riset IAM RoadSmart menunjukkan jarak antarkendaraan bertambah ketika di jalan tol, hingga empat sampai lima kali lipat. Hal ini terjadi saat pengemudi mengutak-atik sistem infotainment. Studi tersebut di atas juga menemukan bahwa pengemudi mengalihkan perhatiannya selama 16 detik, setara dengan jarak 500 meter pada kecepatan 112 km/jam.

Hasil tersebut ditemukan ketika pengemudi tengah asyik memainkan jemarinya pada layar-sentuh sistem infotainment yang disediakan kendaraan. Hasil tersebut sendiri mengungkap fakta lebih parah dari mengirim pesan lewat smartphone saat berkendara.

“Distraksi pada pengemudi, diperkirakan menjadi sepertiga faktor kecelakaan di jalan-jalan Eropa setiap tahunnya. Sementara penelitian sebelumnya menunjukkan Apple CarPlay dan Android Auto memiliki kinerja lebih baik daripada kontrol tradisional,” ucap Neil Greg, Policy and Research Director IAM RoadSmart.

Ia menambahkan, teknologi terkini dari sistem infotainment tersebut di atas yang menghubungkan kendaraan dengan smartphone menimbulkan kekhawatiran serius. Intinya dikatakan bahwa apapun yang membuat mata pengendara teralihkan dari jalan, dapat menjadi penyebab kecelakaan.

Meskipun beberapa pabrikan mobil telah menyematkan teknologi voice command, namun ditemukan masih banyak orang yang tidak peduli dan enggan menggunakannya. Mereka lebih senang mengoperasikan sistem infotainment melalui jemarinya.

Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan pengendara tidak bisa menjaga jarak dengan mobil di depannya secara konstan. Saat mengutak-atik sistem infotainment kendaraan, reaksi pengemudi lebih lambat dari pengguna ganja dan alkohol. [Dew/idr]


Komentar