Dilema Isuzu Panther di Indonesia Share this
Berita Mobil
Mode baca

Dilema Isuzu Panther di Indonesia

Denny Basudewa
pada 08 Juni 2017

Foto: Bagaimana nasib Isuzu Panther ke depannya di Indonesia

JAKARTA - PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan masih pikir-pikir untuk meluncurkan generasi terbaru Panther.

Isuzu Panther memiliki nilai sejarah yang panjang di Indonesia. Kendaraan berjenis Multi Purpose Vehicle (MPV) ini sempat merajai pasar kendaraan tujuh penumpang berbahan bakar diesel. Mobil ini juga dikenal sangat tangguh dan irit konsumsi BBM.

Generasi pertama Panther di Tanah Air dimulai sejak 1991 dengan menggunakan mesin 2.200cc OHV indirect injection. Barulah pada generasi selanjutnya MPV asal Jepang ini menggunakan sistem pengabut bahan bakar injeksi.

Mobil ini terus tumbuh dan semakin diminati masyarakat di Indonesia. Populasinya semakin berkembang berkat keandalannya melibas berbagai macam kondisi jalanan. Namun Isuzu Panther sudah sangat lama tidak mengalami pembaruan. Tercatat generasi keempat diluncurkan pada 2005 dan semenjak itu hanya dilakukan dua kali facelift hingga saat ini.

Tuntutan untuk menghadirkan generasi paling baru atau kelima dari Panther terus berdatangan, khususnya dari para komunitas pengguna MPV tersebut. Mereka mendesak pihak AIMI untuk segera menghadirkan model terbaru dari Panther.

Menanggapi hal itu, Joen Budiputra selaku Direktur Pemasaran AIMI mengatakan, telah berbicara dengan prinsipal di Jepang.

"Beberapa bulan lagi kami akan ke Jepang untuk membicarakan hal ini (Panther). Mereka sebenarnya sudah mengembangkan Panther baru sejak 2015, namun belum jelas kapan akan diluncurkan. Kami akan katakan kepada mereka bahwa jika sudah dipastikan untuk produksi, kami minta supaya Indonesia juga kebagian," ujar Joen di Jakarta, Rabu (7/6/2017) malam.

Kendala Isuzu Panther di Indonesia dikatakannya terdapat di regulasi aturan penggunaan bahan bakar. Di sini aturan untuk menggunakan standar Euro 4 baru akan dimulai pada 2021. AIMI juga mendesak agar pihak prinsipal menghadirkan desain model baru Panther lebih agresif agar mampu bersaing dengan kompetitor.

"Kami juga mendesak agar mereka mau me-switch dari Euro 4 ke Euro 2. Supaya sesuai dengan kondisi di Indonesia. Kami juga katakan agar desain baru Panther nantinya harus lebih menantang. Karena di sini tidak hanya digunakan sebagai kendaraan tapi gengsi," lanjut Joen.

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai penggunaan mesin dan segala fitur yang akan diusung. Pria ramah tersebut enggan menjelaskan lebih lanjut.

"Belum tahu akan diproduksi di mana. Selain Thailand, Panther juga diproduksi di China. Baru-baru ini ada di India kemudian Vietnam," pungkasnya. [Dew/Ikh]


Komentar