Desain Mobil Baru Membosankan Karena Faktor Ini Share this
Berita Mobil
Mode baca

Desain Mobil Baru Membosankan Karena Faktor Ini

Denny Basudewa
pada 13 Juni 2018

Foto: Audi Q5

WOLFSBURG – Desain mobil-mobil baru yang beredar di pasaran saat ini terbilang membosankan ternyata disebabkan oleh adanya aliansi dari beberapa brand dan saling berbagi desain.

Di benua Eropa, VW Group merajai penjualan mobil melalui berbagai brand di bawah naungannya. Tercatat bahwa mereka berhasil memasarkan 10,7 juta kendaraan pada 2017. Mereka sukses memasarkan Audi, Bentley, Bugatti, Lamborghini, Porsche, SEAT, Škoda dan Volkswagen sendiri.

Demi meningkatkan efisiensi perusahaan, Volkswagen Group menggunakan cara berbagi teknologi dalam mengembangkan kendaraan. Hal ini sukses diterapkan sehingga melipatgandakan keuntungan bagi Induk perusahaan tentunya.

Namun dibalik sharing technology tersebut di atas, hal ini berdampak pada desain kendaraan yang terbilang mirip satu sama lain. Adanya kemiripan antara beberapa merek mobil khususnya yang banyak beredar di jalanan, membuatnya terlihat membosankan.

Sebagai contoh Audi Q5 dengan VW Touareg yang memang dikembangkan dengan menggunakan satu platform. Kedua SUV tersebut terlihat identik meskipun setiap brand tetap mengandalkan identitas khasnya.

Mereka memberikan garis-garis tegas namun tetap saja terdapat persamaan pada beberapa sisinya. Tidak hanya pada sektor penampilan, kesamaan teknologi juga membuat handling hingga fitur yang diusung tidak berbeda jauh.

Di Indonesia produk-produk yang ditawarkan oleh VW Group tidak terlalu berjaya. Produsen asal Jepang masih mendominasi peredaran mobil di Tanah Air. Loyalitas terhadap brand tertentu juga membuat produk-produk dari Eropa sulit bersaing.

Proyek berbagi teknologi yang cukup populer di Indonesia adalah Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Kedua mobil yang lahir pada pada medio 1997 tersebut, berkembang menjadi raja di kelas Low MPV Tanah Air.

Mendapat julukan sebagai mobil sejuta umat, dua LMPV tersebut begitu banyak berseliweran di jalan-jalan Indonesia. Bahkan hingga ada jargon mengatakan “avanza mobil paling susah disalip”.

Para pesaing yang hadir berikutnya tidak bisa mengalahkan hegemoni Avanza dan Xenia, hingga lahirnya Mitsubishi Xpander. Penjualan yang moncer, membuat Avanza dibuat bertekuk lutut pada pendatang baru yaitu Xpander.

Seperti diketahui Xpander adalah proyek pertama Mitsubishi dalam mengembangkan LMPV. Mitsubishi sendiri beraliansi dengan Nissan dan Renault secara global. Hal ini membuka kemungkinan bahwa akan hadir saudara kembar Xpander berlabel Nissan atau Renault.

Kabar yang kian santer terdengar Nissan Livina akan berubah wujud dengan menggunakan basis yang sama dengan Xpander. Tentunya ini menjadi kabar bagus bagi konsumen yang membutuhkan, namun menjadi membosankan ketika mobil tersebut banyak beredar di jalanan (jika desainnya mirip).

Aliansi atau kolaborasi antar perusahaan memang menguntungkan. Terutama dilakukan pada saat ekonomi global tengah melemah. Selain itu faktor daya beli konsumen juga turut melemah dewasa ini.

Adanya kerjasama strategis antara para pembuat mobil tersebut, tidak hanya bisa memaksakan orang untuk membeli mobil dengan basis yang sama. Namun para produsen juga bisa menentukan standar harga akan produk-produk yang ditawarkannya. Tentunya pilihan akan kembali pada konsumen. [Dew/Ari]

Lebih lanjut di Otospirit
Desain Mobil Baru Membosankan Karena Faktor Ini


Komentar