Dengan Teknologi Canggih, Polisi Kian Gesit Menilang Pelanggar Lalu Lintas Share this
Berita Motor
Mode baca

Dengan Teknologi Canggih, Polisi Kian Gesit Menilang Pelanggar Lalu Lintas

Amos Arya
oleh Amos Arya
pada 20 Oktober 2017

Foto: Kondisi lalu lintas Jakarta

JAKARTA - Dalam rangka mengurangi angka pelanggaran lalu lintas yang tidak kunjung membaik, Polda Metro Jaya akan segera memaksimalkan beberapa teknologi modern.

Di era digital ini, beragam produsen teknologi telah meluncurkan produk-produk terbaru. Produk-produk yang telah dilengkapi dengan teknologi canggih tersebut diyakini akan membantu konsumen untuk melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk polisi.

Salah satu inovasi Kepolisian Indonesia dalam menegakkan peraturan lalu lintas yaitu dengan meluncurkan Easy-Tilang atau E-Tilang. E-Tilang ini berbentuk mobile apps yang wajib dimiliki oleh para petugas Polantas.

Inovasi yang telah diluncurkan pada 16 Desember 2016 ini diyakini akan mempercepat proses tilang dan menimbulkan efek jera bagi pelanggar lalu lintas. Namun menurut AKBP Budiyanto selaku Kasubdit BinGakum Polda Metro Jaya menilai cara ini masih belum maksimal.

“E-Tilang memang sudah diaplikasikan di Jakarta dan menurut saya masih belum efektif. Para pengguna jalan raya baik itu motor dan mobil masih banyak yang melakukan pelanggaran dan mengakibatkan berbagai masalah di jalanan Ibu Kota,” tutur AKBP Budiyanto di Jakarta.

Menurut data Polda Metro Jaya, total 3.000-3.500 kasus penegakan hukum telah terjadi setiap harinya di Jakarta baik itu kendaraan roda dua dan empat. Ketika dijalankannya operasi wajib, angka tersebut meningkat menjadi 5.000 hingga 6.000 kasus.

Hal tersebut mendorong Polda Metro Jaya untuk menggunakan teknologi canggih lainnya untuk menegakkan hukum di Indonesia. Teknologi yang akan masif digunakan berikutnya yaitu CCTV di mana telah diuji coba di beberapa wilayah.

Dengan menggunakan CCTV, Kepolisian Indonesia akan semakin mudah untuk mengumpulkan barang bukti pelanggaran lalu lintas dan memberikan efek jera kepada para pelanggar. Diharapkan dengan adanya penerapan teknologi ini, angka kecelakaan dan pelanggaran semakin berkurang.

“Ke depannya kami akan terus menggunakan berbagai teknologi canggih di era modern ini untuk memaksimalkan kinerja kami, sama halnya dengan teknologi-teknologi yang telah digunakan oleh kepolisian negara di luar sana,” tegas Budiyanto.

Sayangnya untuk dapat mewujudkan hal tersebut, Polda Metro Jaya mengaku masih kesulitan untuk mengintegrasikan database. Hingga saat ini proses integrasi database terus berlangsung dan dinilai masih belum maksimal. [Amo/Ikh]


Komentar