Crutchlow Pensiun dari MotoGP Setelah 2020 Share this
MotoGP
Mode baca

Crutchlow Pensiun dari MotoGP Setelah 2020

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 28 Agustus 2018

SILVERSTONE - Cal Crutchlow berharap kontrak bersama Honda Racing Corporation (HRC) hingga 2020 adalah yang terakhir karena Ia ingin pensiun dari MotoGP.

Pembalap Inggris ini dianggap memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan Honda di MotoGP. Oleh karena itu, pihak HRC pun sepakat menambah durasi kerjanya sampai 2020 mendatang.

"Saya sudah bernegosiasi dengan Alberto Puig (manajer tim Repsol Honda) dan Yoshishige Nomura (Presiden HRC) sejak akhir 2017 dan di Qatar (MotoGP 2018). Saya sangat senang dengan panawaran yang diberikan dan karena itu saya pilih menetap bersama LCR Honda," kata Crutchlow.

Mulai MotoGP 2019 nanti, Crutchlow juga menilai Honda bakal berbicara lebih banyak. Tentu saja karena Honda akan punya dua pembalap kuat (Marc Marquez dan Jorge Lorenzo) di tim pabrikan. Ditambah lagi keberadaan Crutchlow sebagai tes rider.

Buktinya terlihat di mana Honda RC213V kian kompetitif di musim ini. Crutchlow sendiri melihat sasis mereka tidak melakukan ubahan. Namun, mesin RC213V kini lebih baik berkat setup ECU yang tepat.

"Mereka (mekanik) bekerja tanpa henti. Saya yakin dengan motor 2019 nati dan kami pasti akan lebih baik lagi," ujar pembalap 32 tahun itu.

Kembali mengenai kontrak, Crutchlow tak menyangkal keputusannya tersebut terkait finansial. Apalagi, Dia menyatakan bayarannya lebih tinggi dibanding pembalap tim satelit lain.

"Saya dibayar lebih tinggi dari pembalap tim satelit lain karena saya dikontrak langsung oleh pabrikan. Tapi, itu bukan lah alasan utama saya menentap di Honda. Saya punya hubungan baik denga Nomura, Kuwata dan tim. Jelas pula Lucio Cecchinello, pemilik tim LCR Honda senang saya tetap di sini. Kesepakatan ini bagus dan menguntungkan," terang Crutchlow lagi.

Akan tetapi, Crutchlow meyakini MotoGP 2020 akan menjadi balapan terakhirnya. Selain faktor usia, Dia juga ingin menghabiskan lebih banyak lagi waktu bersama keluarga.

"Saya sangat yakin ini menjadi kontrak terakhir karena saya tidak akan balapan selamanya. Meskipun, segala sesuatunya bisa saja berubah. Tapi, saya ingin mengantar anak ke sekolah. Saya juga memiliki cukup banyak investasi dan semacamnya. Istri saya juga pasti akan senang. Namun, saya menyukai apa yang dikerjakan. Makanya, saya tidak akan malu jika harus berhenti dari MotoGP. Apabila tak lagi mencintai dan punya motivasi untuk balapan," papar Crutchlow. [Ary/Ari]


Komentar