Charging Station Shell Terintegrasi dengan SPBU Share this

Charging Station Shell Terintegrasi dengan SPBU

Ary Dwinoviansyah
oleh Ary Dwinoviansyah
pada 27 Juni 2019

JAKARTA — Shell Indonesia menyatakan kesiapannya jika era mobil listrik masuk ke Tanah Air. 

Saat ini, bisnis utama Shell di pasar Indonesia saat ini masih berkutat di sektor bahan bakar minyak (BBM) dan pelumas. Namun, bukan berarti mereka juga tak melek akan perkembangan era kendaraan energi terbarukan.

Sejalan dengan road map strateginya, Shell ini menjadi bagian dari teknologi kendaraan masa depan. Makanya, pada 2017 lalu Shell memutuskan untuk mengakuisisi NewMotion selaku jaringan pengisian listrik terbesar di Eropa.  

Alhasil, kini mereka memiliki peranan terhadap mobilitas baik mobil listrik maupun plug-in hybrid. Di mana Shell menjadi salah satu penyedia charging station atau tempat pengisian ulang baterainya. 

Hal ini tentu saja tidak terbatas di Eropa saja. Pihak Shell Indonesia bahkan menyatakan kesanggupannya untuk menghadirkan stasiun pengisian baterai tersebut di Indonesia. 

"Karena teknologinya sudah diterapkan di Eropa, Jadi di Indonesia bisa langsung kami siapkan jika industrinya sudah ready (siap)," kata Ratna Anggraini, Fuel Marketing Manager Shell Indonesia pada acara Shell Fuels Academy 2019 di Jakarta (26/6). 

Lebih lanjut, Ratna menerangkan charging station itu akan terintegrasi dengan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) Shell. Sementara untuk lokasi maupun penyebarannya dilihat dari populasi pengguna mobil listrik maupun plug-in hybrid di suatu daerah. 

"Pengisian baterai nantinya akan gabung dengan SPBU dan (tempatnya) tergantung dari ketersediaan kendaraannya dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tutup Ratna.

Setelah akuisisi, Shell juga tergabung dalam pendirian IONITY. Perusahaan patungan yang melibatkan beberapa brand mobil seperti Daimleer, Volkswagen, Ford dan BMW. [Ary/Idr]


Komentar