Cara Komunitas Kymco Melawan Punah Share this
Berita Motor
Mode baca

Cara Komunitas Kymco Melawan Punah

Denny Basudewa
pada 11 Juni 2019

Foto: Kymco Fans Cirebon

JAKARTA – Kymco yang kembali hadir di Indonesia menjadi pelepas dahaga bagi para pemilik skuter-skuter Kymco lawas. Mereka berharap kembalinya Kymco via PT Smart Motor Indonesia (Kymco Indonesia) akan membangkitkan kembali brand, layanan, onderdil dan komunitas.   

Selama sekitar 1 dekade ditinggal oleh distributor lamanya di Indonesia, para pemilik skuter Kymco tetap bersikeras untuk bertahan. Mereka enggan menjual skuter-skuter mereka karena kerasan (nyaman) dengan kendaraan yang dimilikinya.

Walhasil sebagai para pemilik kendaraan langka, mereka bersatu dengan membuat komunitas. Hal ini dilakukan untuk saling berbagi informasi, terutama mengenai pengadaan suku cadang (onderdil). Kebanyakan dari pemilik Kymco memanfaatkan jaringan dunia maya untuk mendapatkan perangkat yang dibutuhkan.

“Selama tidak ada dealer resmi dan APM (Agen Pemegang Merek), kami masih bisa menemukan onderdil Kymco melalui online market. Kebetulan selama ini ada importir, meskipun harganya di atas ketentuan dari pabrikan. Kami menolak punah. Komunitas Kymco bahkan tetap rajin bikin jambore, sudah 7 kali dalam 10 tahun belakangan. Itu belum termasuk Kopdar dan touring,” ucap Sarif Wahyudi Sukmana, anggota senior Kymco Fans Cirebon.

“Meskipun Kymco masuk kembali ke Indonesia, dukungan onderdil masih belum maksimal juga. Untuk produk keluaran 2017 saja masih harus indent, apalagi unit-unit yang lebih lama produksinya. Beruntung masih ada sejumlah pelapak lokal yang masih simpan beberapa komponen atau melalui toko online,” jelasnya kemudian.

Menurut Sarif, banyak orang meremehkan Kymco. Itulah sebabnya dia selalu menawarkan ke mereka untuk mengendarainya lebih dulu baru berkomentar.

"Banyak orang memandang sebelah mata kepada Kymco. Tapi setelah mereka dipinjami langsung kepincut. Pernah ada teman saya yang begitu, eh dia langsung ke Bali beli skuter Kymco," kenangnya. [Dew/Idr]


Komentar