Canggih, Pesawat Listrik Ini Mampu Terbang Selama 3,5 Jam Share this

Canggih, Pesawat Listrik Ini Mampu Terbang Selama 3,5 Jam

Ahmad  Richad
pada 23 Juni 2020

Foto: Pesawat Terbang Listrik eFlyer

COLORADO - Saat ini hampir semua teknologi berbahan bakar fosil sudah beralih ke energi alternatif yang lebih ramah lingkungan yakni listrik, sama halnya dengan sebuah pesawat terbang bernama eFlyer ini.

Pesawat terbang yang diklaim sepenuhnya listrik ini merupakan hasil dari kerjasama perusahaan penerbangan Bye Aerospace yang berbasis di Englewood, Colorado dengan perusahaan teknik listrik asal Jerman yakni Siemens.

Dilansir Autoevolution, pada tahap awal rancangan pesawat ini memiliki konsep dengan menyematkan dua solar panel di bagian sayap pesawat. Hingga pada tahap akhir model pesawat ini hadir dengan motor listrik Siemens SP70D melalui dua model, yaitu eFlyer 2 (kapasitas 2 orang) eFlyer 4 (kapasitas 4 orang).

“Kami awalnya berpikir solar panel akan menjadi standar di sayap pesawat. Namun, dengan pasar utama eFlyer fokus untuk latihan penerbangan dan layanan taxi udara. Maka lebih masuk akal jika mengatur harga pesawat di tingkatan yang terjangkau,” kata George E. Bye, seorang insinyur dari Bye Aerospace.

pesawat eFlyer

Lebih lanjut dia menjelaskan, bahwa dengan adanya Siemens bermotor listrik SP70D harga pesawat ini dapat ditekan. Berbobot 25,8 kg dan tenaga 120 HP, motor kecil ini cocok untuk pesawat terbang kecil yang ingin beralih dari bahan bakar fosil.

Mengenai spesifikasinya, pesawat listrik eFlyer 2 ini dilengkapi dengan motor listrik 90 kW Siemens SP70D baru. Motor tersebut ditenagai dari enam baterai lithium-ion yang mampu mengangkat pesawat maksimal 1.150 kaki per menit. 

“Dengan tenaga tersebut pesawat listrik eFlyer 2 ini mampu berada di ketinggian selama 3,5 jam,” ujar George E. 

Tidak hanya itu, biaya operasional pesawat ini juga sangat rendah. eFlyer 2 hanya membutuhkan biaya operasional 14 dolar (Rp 199.400). Angka tersebut cukup rendah dibandingkan biaya operasional Cessna 172 yang mencapai 88 dolar (Rp 1,2 juta) per jam.

Sedangkan untuk biayar operasional eFlyer 4 mencapai 20 dolar atau setara Rp 284.860 per jam. Tentu saja biaya ini jauh lebih murah dibanding Cessna 182 yang mencapai 122 dolar atau Rp1,7 juta per jam.

Untuk banderolnya sendiri, eFlyer 2 dipasarkan dengan harga kurang lebih $350.000 atau setara dengan Rp 4,9 miliar, sedangkan eFlyer 4 dibanderol sedikit lebih mahal dari harga eFlyer 2. [Ric/Idr]


Komentar