Boss Yamaha : Vinales Suka Susah Diatur Share this
MotoGP
Mode baca

Boss Yamaha : Vinales Suka Susah Diatur

Denny Basudewa
pada 07 Juli 2018

Foto: Maverick Vinales

ASSEN – Massimo Meregalli selaku team manajer Movistar Yamaha mengatakan bahwa Maverick Vinales terkadang susah diatur.

Sejak bergabung dengan Yamaha, Vinales saat ini tengah mengalami masa yang sulit. Catatan balapnya bahkan lebih buruk dari rekan satu timnya yakni Valentino Rossi. Pembalap Spanyol tersebut belum merasakan lagi kemenangan lebih dari satu tahun.

Mantan pembalap Suzuki tersebut cukup lantang menyerukan ketidakpuasannya. Bahkan keretakan dalam timnya berujung dengan berpisahnya Vinales, dengan kepala mekaniknya Ramon Forcada pada musim depan.

Pada MotoGP Assen 2018, Vinales menemukan solusi untuk mengembalikkan performa terbaik dari motornya. Meskipun dirinya mengakui jika tunggangannya masih tertinggal dari kompetitor soal akselerasi.

Hasil yang diraih Vinales di MotoGP Assen 2018 (podium ketiga), terbilang cukup terlambat jika dibandingkan dengan rekan setimnya. Meregalli mengatakan bahwa penyebabnya adalah dari sang pembalap sendiri.

Vinales disebut suka tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh kru timnya. Hasilnya Ia kerap kesulitan di awal lomba sehingga baru menemukan performa terbaiknya ketika sudah separuh balapan.

Sejak Mugello, kami mengetahui bahwa Maverick kurang serius dalam memanaskan ban pada sesi warm-up lap. Sehingga temperatur ban turun seperti itu dan Ia tidak bisa tampil maksimal terutama pada lima lap awal,” ujar Meregalli.

Eksperimen selanjutnya dari tim Yamaha untuk Vinales adalah balapan dengan tangki bahan bakar terisi penuh. Hal ini membantu ban depan mendapatkan lebih banyak traksi. Mereka berkaca pada saat menjalani sesi pengetesan.

“Pada saat pengetesan, kami biasanya memenuhkan tangki bahan bakar dan itu berhasil. Pada balapan terakhir, dia cukup cepat dan konsisten dari awal lap hingga akhir,” jelas Meregalli. [Dew/Ari]


Komentar